Banner sumsel

Pelaku Pelecehan Alquran, Disebut Hanya Ingin Mencari Sensasi

MUSIRAWAS, koranindonesia.id – Pelaku dugaan pelecehan terhadap kitab suci alquran, Ario Febriansyah (28) warga Desa Srijaya Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang memposting aksinya tersebut di media social facebook miliknya, disebut pihak kepolisian hanya ingin mencari sensasi semata.

Seperti diketahui, aksi pelecehan terhadap alquran yang dilakukan pemilik akun facebook Ario Febriansya, dengan mencoret-coret, dan menginjak alquran, serta memposting alamat tempat tinggalnya sesuai KTP, dengan maksud untuk menantang aparat maupun pihak-pihak yang merasa berkeberatan dengan aksi pelecehan terhadap kitab suci umat Islam tersebut, menangkapnya.

Tak hanya itu, pelaku juga memposting fotonya yang sedang memegang sebuah senjata tajam (sajam) jenis parang atau golok.

Diungkapakan Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Bayu Dewantoro melalui Kabag Ops Polres Mura Kompol Handoko, pelaku yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap kitab suci alquran tersebut, saat ini sudah diamankan pihak kepolisian dan tengah diproses penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Mura.

“Pelaku pelecehan kitab suci alquran ini sudah kita tangkap dan diamanakan, serta akan diproses. Motif pelaku hanya ingin mencari sensasi,” kata Kabag Ops Kompol Handoko, Selasa (19/6/2018).

Selanjutnya menurut Kabag Ops, pihaknya juga akan melakukan proses administrasi, agar jajaran Sat Reskrim dapat merampungkan  penyelidikan. Sedangkan motif dari aksi yang dilakukan pelaku ini, sekali lagi menurut Kabag Ops, hanya untuk mencari sensasi semata.

“Sedangkan, yang dapat menentukan, apakah pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak itu, adalah tim dokter atau tim ahli yang menentukannya. Dan kita juga akan membawa pelaku ke tim ahli kejiwaan (psikolog),” imbuh Kasat Reskrim Polres Mura AKP Wahyu.

Pihak kepolisian juga memastikan, bahwa pelaku dikenakan pasal tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Dan atau setiap orang yang tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat, dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan kesusilaan dan pencemaran nama baik, sebagaimana tertuang dalam pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) dan atau pasal 27 ayat (1) dan ayat (3) jo pasal 45 ayat (1) dan (3), Undang Undang No.19/ 2016 tentang perubahan atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (san)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.