Banner sumsel

Pelaksanaan UNBK 2019, Ternyata Masih Ada Sekolah Kekurangan Ini

JAKARTA,koranindonesia.id- Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) membuka posko pengaduan dari masyarakat, khususnya dari jaringan serikat guru terkait pelaksaanaan UNBK tahun 2019.

Wasekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan pada pelaksanaan hari pertama UNBK SMA/MA, sesuai laporan dari jaringan FSGI di Bengkulu, Jakarta, Bima, Mataram dan Lombok (NTB), tercatat di SMAN 1 Gunungsari-Lombok Barat masih kekurangan 90 unit PC.

Kekurangan 32 PC dipinjam dari SMKN 1 Batulayar. Begitu pula di SMAN 1 Monta-Bima dari kebutuhan 80 komputer, sekolah hanya memiliki 27 unit komputer, sisanya dipinjam dari SMPN 1 Monta 25 unit, dan dari SMPN 1 Parado 18 unit, serta 10 unit laptop yang dipinjam dari guru di sekolah.

“Di SMAN 6 Seluma-Bengkulu, kekurangan komputer 8 unit dan tidak ada server cadangan, untuk itu sekolah harus pinjam ke sekolah SMK terdekat. Di SMAN 38 Jakarta, para siswa membawa laptop secara mandiri tidak menggunakan komputer dari sekolah,” ungkapnya dalam keterangan pers, di Jakarta, Selasa (2/04/2019).

Ditambahkan Satriwan Salim catatan dari FSGI, meski pelaksanaan UNBK SMA sudah 4 tahun berjalan, tapi tidak ada kebijakan bantuan peningkatan sarana yang signifikan, terbukti masih banyak sekolah yang harus pontang-panting mencari pinjaman meski dengan biaya transportasi yang cukup mahal dan mengakibatkan persiapan UNBK menjadi lebih rumit dan tergesa-gesa.

Tahun ini standar pelaksanaan UNBK lebih tinggi dengan pengaturan sesi yang ketat (siswa tidak diperkenankan pindah sesi), hal ini cukup menyulitkan sekolah dengan jumlah PC terbatas untuk mengelola siswa. Karena sesi tidak bisa digeser, akibatnya siswa yang terlambat datang, misalnya jadwal sesi 1 kemudian datang di sesi 2 tidak bisa ikut ujian dan harus mengikuti susulan.

Dalam aplikasi CT juga diwajibkan mengaktifkan _Transfer Response_ yang merekam pekerjaan siswa perdetik, sebagai antisipasi kerusakan server, dimana jika server rusak maka siswa nantinya dapat melanjutkan ujian dengan posisi terakhir sebelum server rusak tidak harus mengulang.

Dikatakannya, pengalokasian dana BOS untuk Pos UNBK dirasa para kepala sekolah cukup rumit. Alokasi Pos UNBK tidak mencover biaya-biaya teknis di lapangan termasuk panitia. Sekolah justru cukup dipusingkan mencari dananya, sebab tidak bisa diambil dari BOS.

“Para kepala sekolah berharap agar ke depannya dana BOS, bisa dialokasikan lebih untuk menutupi kebutuhan teknis UNBK,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.