Banner Pemprov Agustus

PDIP Tidak Mau Terburu-buru soal Koalisi sampai Pencapresan

JAKARTA, koranindonesia.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tak mau terburu-buru dan memastikan setiap tahapan Pemilu 2024 dijalankan sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikannya kepada awak media saat ditanya berkaitan dengan pembicaraan mengenai koalisi.

“Nanti itu ada tahapan-tahapannya kan. Tahapan itu sekaligus pengaturan suatu energi nasional kita, di mana kita kampanye, di mana kita pendaftaran. Itu semua sudah diatur dan kami mengkuti setiap tahapan. Kami selalu mencoba menjadi yang pertama,” kata Hasto, Minggu (31/7/2022).

Terkait pendaftaran capres-cawapres, dia menuturkan semuanya menunggu momentum yang ada. Sementara untuk caleg, akan ada perhitungannya sendiri.

“Nanti pada saat pendaftaran caleg, pendaftaran capres dan cawapres karena ada hitung-hitungannya, ada momentumnya, ada kalkulasinya. Itu sesuai dengan tradisi kita sebagai kebudayaan yang mewarisi kebudayaan nusantara, pendaftaran caleg, pendaftaran capres-cawapres itu nanti ada hitungan-hitungan hari,” jelas Hasto.

Dia pun menjelaskan, terkait komunikasi politik itu sudah dilakukan PDIP. Bahkan, di DPR dengan fraksi lain sudah terus dilakukan oleh Puan Maharani selaku Ketua DPR RI dan Utut Adianto selaku Ketua Fraksi PDIP di DPR.

“Mbak Puan sebagai Ketua DPR juga membangun komunikasi yang intens, baik secara vertikal maupun horizontal dengan jajaran pemerintah negara mupun partai dan pimpinan fraksi,” ungkap Hasto.

Soal kerja sama partai politik lain yang telah dibangun, dia mengungkapkan itu suatu hal yang bagus. Sehingga nanti sama-sama menunjukan prestasi yang telah dibuat ke masyarakat.

“Sehingga nanti pemilu itu nanti menjadi orkestrasi dari prestasi. Itu yang harusnya dibawa dalam peningkatan kualitas demokrasi kita. Orkestrasi dari gagasan di dalam membangun kemajuan Indonesia Raya itu yang disiapkan oleh PDIP.  Nanti ada waktunya kan. Kita sekarang sudah bekerja sama dengan Golkar, Gerindra dengan PKB, PPP dengan NasDem kemudian PAN terakhir, jadi tidak ada masalah kerja sama dengan PDIP,” kata Hasto.

Karenanya, dia mengingatkan PDIP terus mencermati kondisi politik yang ada, agar bisa menghasilkan pemilu yang efisien, efektif, dan mampu melahirkan sosok pemimpin nasional yang hebat.

Soal perbedaan pandangan dan ideologi dalam politik, itu dirasa wajar saja.

“PDIP berbeda dengan PKS, PDIP berbeda (dengan) Demokrat. Itu hal yang biasa dalam politik sebagai diferensial sehingga rakyat punya pilihannya. Tapi PDIP mengedepankan semangat gotong royong untuk bangsa dan negara,” pungkas Hasto.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.