Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Pasien COVID-19 Sembuh di Babel Bertambah jadi 63 Orang

PANGKALPINANG, koranindonesia.id – Jumlah pasien positif COVID-19 di Bangka Belitung yang sembuh bertambah sembilan orang sehingga total yang sembuh menjadi 63 orang, kata Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Hari ini pasien sembuh bertambah sembilan orang, sehingga total pasien yang dikarantina di BLKI Babel tinggal sebanyak 63 orang,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan sembilan orang pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona itu yaitu Mu dari Bangka Barat, Ad dari Bangka Selatan, sedangkan Ga, MF, NTR, Su, YK dan NL dari Pangkalpinang dan JH dari Kabupaten Bangka.

“Semoga pasien sembuh semakin bertambah setiap harinya dan kami mohon doa supaya penambahan semakin berkurang dan yang sakit segera sehat dan bisa kumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Menurut dia dalam menekan kasus COVID-19 ini, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mereka meningkatkan trilogi protokol kesehatan COVID-19, selalu menggunakan masker, rajin cuci tangan pakai sabun dan selalu menjaga jarak jika di keramaian, tetap waspada dan semangat.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat tidak mendiskriminasi keluarga pasien yang positif, tetapi berikan dukungan dan perhatian, yang sehat harus tangguh dan yang sakit harus sembuh.

“Kami berharap masyarakat tidak mengucilkan keluarga pasien terpapar virus berbahaya ini, tetapi masyarakat mendukung dan memberikan motivasi kepada keluarga pasien, agar mereka tetap bersemangat menjalani perawatan medis,” katanya.

Ia menambahkan guna mendukung upaya penanggulangan, ia menjelaskan, pemerintah provinsi sudah menyiapkan fasilitas isolasi di Gedung Pendidikan dan Latihan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (Diklat BKPSDMD), Asrama Haji, Balai Latihan Kerja, dan Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM).

“Semua yang positif akan difokuskan diisolasi di Diklat BKPSDMD Babel dan RS KIM, sedangkan yang ringan atau ODP dan terjaring di dua tempat lainnya,” ujarnya. (Ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.