Banner Pemprov Agustus

Parlemen Indonesia Diharapkan dapat Berikan Pendidikan Politik ke Generasi Muda

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI DPR RI Achmad Hafisz Tohir berharap parlemen Indonesia ke depannya harus dapat memberikan pendidikan politik kepada generasi muda.

 

Karena itu, tambahnya, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini karena merekalah yang akan meneruskan Kepemimpinan di 2045 nanti, yaitu saat cita-cita Indonesia sebagai negara maju dan menjadi Big Five diharapkan terwujud.

 

“Akan tetapi ada satu catatan saya, yaitu perlu dipersiapkan dengan baik melalui strategi pendidikan nasional yg menurut hemat saya sangat penting adalah pembangunan karakter bangsa,” tegas Hafisz dalam keterangan tertulisnya Jumat (16/9/2022).

 

Sebelumnya Hafisz menghadiri kuliah umum di hadapan 200 mahasiswa dari beberapa kampus yang menjadi peserta ‘Magang di Rumah Rakyat’, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

 

Sejauh ini ia menilai pembangunan fisik, belum dibarengi dengan masifnya membangun modal sosial di masyarakat, terutama pada generasi muda.

 

“Saya pikir dulu ide revolusi mental akan dibarengi dengan implementasi yg praktis kepada masyarakat, tetapi sepertinya belum terasa implementasi riil konsep tersebut. Padahal modal sosial berupa karakter bangsa yang kuat dan mulia sangat diperlukan,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

 

Karena itu, pembangunan karakter (character building) menurutnya tidak hanya diperlukan di awal kemerdekaan, saat kita masih muda sebagai negara dan masih mencari identitas diri.

 

“Namun, pembangunan karakter mestinya terus dilakukan karena generasi demi generasi berganti dan tantangan serta lingkungan juga berubah setiap waktu. “Character building adalah never ending process bagi sebuah bangsa,” tegas Hafisz.

 

Diketahui, saat ini Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal DPR RI bekerja sama dengan Kemendikbud Ristek RI menyelenggarakan program ‘Magang di Rumah Rakyat’. Kegiatan yang diikuti kurang lebih 200 mahasiswa dari berbagai kota ini merupakan salah satu rangkaian dari program ‘Kampus Merdeka’ yang menjadi bagian kebijakan Merdeka Belajar. Program magang ini kurang lebih akan berlangsung hingga Desember 2022.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.