Banner sumsel

Palembang Banjir  Lagu Lama yang Kembali Diputar

PALEMBANG,koranindonesia.id—Setelah diguyur hujan semalaman sejumlah titik di kota Palembang Banjir. Luapan air hujan memenuhi kota ini. Banjir adalah Lagu lama yang selalu diulang saat musim hujan tiba.

Pengamat Sosial dan Politik Sumsel Bagindo Togar mengaku sudah lelah berteriak di sejumlah media dan ruang diskusi, dan sepertinya selalu membentur tembok-tembok besar kekuasan. Apakah masih kota ini dikatakan sebagai kota yang layak dan nyaman untuk ditinggali.

Sebuah mobil tetimpa pohon di depan lapangan golf kenten selasa (13/11) (foto;ard/ki)

Menurut Bagindo ada sejumlah faktor penyebab banjir  di Kota Palembang, dari  sistem drainase yang sangat buruk sampai perangkat pompa yang tak terawat dan akhirnya rusak tak berfungsi. Lalu, minimnya  lahan atau lokasi resistensi air.

Faktor lainnya, adalah sampah, pemkot dan pemerintah daerah sepertinya miskin ide terhadap persoalan satu ini, coba bayangkan sampah saja masih diangkut dan diolah dengan cara konvensional. Ditambah lagi  minim dan  kurang tertata serta tidak meratanya ruang terbuka nan hijau .

“Sehingga perlu kaji ulang lagi tata ruang kota ini,”katanya. Sambil menekan perlunya gerakan massif kampanye sadar berperilaku hidup bersih. Selain itu, perlunya  penegakan  sanksi tanpa kompromi pada mereka yang merusak tata ruang dan kebersihan kota .

Kalau lah sebagian faktor penyebab banjir itu diperbaiki paling tidak bisa meminimalkan banjir di kota ini, dia juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan kajian tentang penataan khususnya terkait masalah banjir, dimana evaluasi itu dilakukan  secara berkala, ya menimal dua kali dalam setahun. (ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.