Banner sumsel

Otak Perampokan Sopir Taksol Serahkan Diri Ditemani Ayah

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Bersama ayah kandungnya Rahmat Kosamsi (50), otak perampokan yang disertai pembunuhan sopir taksi online Tri Widyantoro yakni Tyas Dryantama (19) menyerahkan diri kepihak kepolisian Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Pemuda yang tercatat sebagai warga Dusun III, Desa Mulya Jaya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin mendatangi Mapolda Sumsel, Sabtu (31/3/2018) sekitar pukul 20.00.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, tersangka menyerahkan diri ditemani oleh pihak keluarga yang lain. “Iya benar, pelaku sudah menyerahkan diri,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (1/4/2018) siang.

Slamet menambahkan, tersangka masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Sumsel. “Jadi sudah tiga pelaku, masih ada satu pelaku yang buron. Anggota kita masih melakukan pemeriksaan T dan mengejar yang lainnya,” ucap Slamet.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengimbau kepada pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri. “Hidup atau mati, pelaku yang buron akan kita tanhgkap. Sekarang anggota masih mengejarnya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, tersangka Tyas berperan sebagai otak aksi kejahatan tersebut. “Mereka mengatur rencana untuk merampok dan memesan taksi online dari Pakjo menuju ke Kenten Laut, 15 Februari kemarin,” jelas Kapolda.

Setibanya di Perkebunan Sawit Tanjung Lago, para tersangka meminta kepada korban untuk berhenti. Saat itulah, salah satu dari empat tersangka menjerat leher korban menggunakan tali tambang yang telah disiapkan terlebih dahulu.

Sedangkan, ketiga tersangka lainnya membekap mulut serta memegang kedua tangan korban. Setelah dinyatakan tidak bernyawa, korban dibuang di Parit 6, Sungai Dungun, Desa Muara Telang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Usai melakukan penyelidikan, polisi membekuk Poniman (21) di kediamannya yang berada satu desa dengan Tyas. Hanya saja, dia meregang nyawa tertembus pelor aparat lantaran ketika ditangkap memberikan perlawanan dan berusaha kabur.

Di hari yang sama, polisi juga menangkap Bayu Irmansyah (20) di Jalan Letnan Simanjutak, Kecamatan Kemuning, Palembang. Tersangka diberi hadiah sebelas timah panas di kedua kakinya, lantaran melakukan hal yang sama dengan Poniman.

“Kita imbau kepada pelaku yang buron untuk segera menyerahkan diri. Kalau tidak, akan kami tindak tegas dan sikat habis. Tersangka, akan dikenakan Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana mati,” tutup Kapolda. (Yyn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.