Banner sumsel

Otak Pelaku Pembunuhan Sopir Taksol Pasrah Jika Sampai Dihukum Mati

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Akbar Al Farizi alias Atuk alias Suhaili (34), satu dari empat pelaku pembunuhan sadis terhadap korban Kgs Sofyan, sopir taksi online mengaku pasrah jika nantinya sampai dijatuhi hukuman mati seperti dua rekannya terdahulu.

Saat ini perkara tersebut telah masuk ke Pengadilan Negeri Palembang dan otak pelaku pembunuhan ini tengah duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa untuk proses peradilan atas aksi sadis yang pernah dijalankannya pada Oktober 2018 silam.

“Saya pasrah saja. Teman yang lain juga sudah divonis mati. Bisa saja saya juga seperti mereka (Ridwan alias Rido dan Acuandra alias Acun),” ujar Akbar dengan nada suara lemah usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang.

Dalam kasus ini, oleh Jaksa M Purnama Sofyan, perbuatan Akbar didakwa melanggar Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 339 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 365 ayat (1), (2) ke-1, ke-2 dan ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Sebelumnya Akbar ditangkap anggota Unit 3, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dari persembunyiannya di kebun karet Dusun Muara Dua Kisam, Kabupaten OKU Selatan, pada Rabu 21 Agustus lalu.

Selama hampir satu tahun dalam persembunyian, Akbar yang saat kejadian berperan mencekik leher korban dan mengambil alih posisi korban di kursi sopir bekerja sebagai buruh penyadap karet. Dalam kasus ini Akbar juga membawa dan menjual mobil Daihatsu Sigra BG 1274 UN milik korban di daerah Singkut, Sarolangun, Jambi.

Namun jauh sebelum Akbar ditangkap, mobil seharga Rp23 juta tersebut lebih dulu ditemukan aparat kepolisian saat terparkir di pinggir jalan di daerah Jambi. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.