Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Ossy Pertanyakan Sumber Dana Nazaruddin Bagi-Bagi Uang untuk Peserta KLB Moeldoko

 

Ossy Dermawan (ist)

JAKARTA, koranindonesia.id, – Pendanaan untuk peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diadakan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pekan lalu, ternyata jumlahnya cukup besar yaitu Rp2 miliar.

Bagi-bagi uang untuk 400 peserta KLB demi memuluskan jalan Moeldoko merebut kursi Ketum Partai Demokrat, dikatakan Ossy Dermawan, dananya berasal dari mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Masing-masing peserta KLB tersebut diberi jatah sebesar Rp5 juta. Ossy yang juga Staf Pribadi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini turut mempertanyakan terkait sumber uang yang digunakan Nazaruddin untuk membayar itu semua.

“Kalau peserta KLB ilegal ada 400an & asumsinya, Nazaruddin nambahkan masing-masing 5 juta, maka total yg ditambahkan adalah 2 Miliar dlm sehari. Kelihatannya uang Nazarudin masih banyak. Darimana ?,” ujar Ossy Dermawan yang dikutip dari akun Twitter pribadinya, @OssyDermawan, Senin (9/3).

Kicauan @OssyDermawan soal pembiayaan KLB Partai Demokrat tangkapan layar twitter @OssyDermawan.
Sebelumnya dikabarkan, Nazaruddin telah memberikan uang sebesar Rp5 juta kepada masing-masing peserta KLB yang merasa kecewa.

Hal itu disampaikan Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Kotamobagu, Gerald Pieter Runtuthomas melalui sebuah video testimoni yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan jajaran kepengurusannya di Kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3).

Dalam video tersebut, Gerald mengaku diajak oleh mantan kader Demokrat melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp untuk ikut rombongan KLB yang dimotori oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Selain itu, Gerald mengaku jika ajakan tersebut sempat ia tolak. Namun ia dirayu dengan iming-iming uang sebesar Rp100 juta.
Namun, Gerald menyebut bahwa dirinya hanya menerima uang Rp5 juta setelah berpartisipasi dalam KLB tersebut.

Sontak hal tersebut membuat dirinya merasa tertipu dan menyesal.
Dalam video tersebut, Gerald mengaku menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada AHY dan jajaran kepengurusannya. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.