Banner sumsel

Operasi Zebra Polresta Palembang, Pelanggaran Lalin Meningkat 7,86%

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sejak dimulainya Operasi Zebra Musi 2018, 30 Oktober – 12 November 2018, jajaran Satlantas Polresta Palembang berhasil melakukan tindakan tilang sebanyak 3.723 pelanggaran baik roda dua (R2) dan roda empat (R4).

Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Arif Harnoso mengatakan, operasi akan berakhir tengah malam nanti, untuk sementara ada 3.723 pelanggaran. 2.600 pelanggaran didominasi pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor.

“Didominasi pelanggar pengendara R2, ini dikarenakan mereka tidak memiliki kelengkapan surat motor, berbonceng tiga, tak mematuhi rambu lalu lintas, tak memiliki SIM, dan melawan arah,” kata Arif saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (12/11/2018) sore.

Diakuinya, dibandingkan pelaksanaan operasi serupa pada 2017 lalu. Lanjut Arif, pihaknya berhasil melakukan penilangan sebanyak 3.460 pelangaran. “Dari tahun kemarin mengalami peningkatan 7,86%. Hal ini berbanding lurus dengan bertambahnya  jumlah kendaraan,” jelasnya.

Masih dikatakannya, selain menindak 3.723 pelanggar. Pihaknya juga menyita sepeda motor dan roda empat yang tidak melengkapi surat-suratnya. “Untuk yang kita sita ada sekitar dibawah 100 kendaraan,” paparnya.

Dengan adanya peningkatan pelanggaran lalu lintas (lalin) ini, sambung Arif, pihaknya tentu akan melakukan evaluasi dan imbauan-imbauan kepada masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas, demi untuk menjamin keselamatan diri sendiri  dan orang  lain. “Kecelakaan terjadi  karena  pelanggaran lalu lintas,” sebutnya.

Ditambahkannya, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Palembang, untuk  tertib lalu lintas, bukan hanya pada saat Operasi  Zebra ini saja digelar. Tetapi pada saat diluar  Operasi Zebra.

“Karena dengan tertib lalu lintas, tertib dan santun di jalan, insya Allah keselamatan diri sendiri  dan orang lain akan terjamin,” pungkasnya.

(anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.