Banner sumsel

Operasi Zebra, Polres Lubuklinggau Tindak 142 Pelanggaran dan Sita Atribut TNI

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Memasuki hari keempat Operasi Zebra Musi 2018 yang digelar  Polres Lubuklinggau, berhasil menindak 142 pelanggaran lalu lintas hingga Sabtu, (3/11/2018).

Kasat Lantas Polres Lubuklinggau AKP Feby Febriana merinci, 31 tindak tilang yang dilakukan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Lubuklinggau, 11 diantaranya adalah tilang KIR. Sementara sisanya adalah tindakan tilang kendaraan bermotor roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang kedapatan tidak mematuhi aturan berlalu lintas di wilayah Kota Lubuklinggau.

“Memasuki hari ke empat Operasi Zebra ini, kami telah mengamanakan 30 kendaraan roda dua, 70 STNK dan 31 SIM, yang jumlah keseluruhannya mencapai 131 pelanggaran, ditamabah tilang KIR yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan (Dishub),” papar Kasat Lantas, usai menggelar Operasi Zebra di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel), Sabtu (3/11/2018).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Kota lubuklinggau agar mematuhi peraturan lalulintas. Sebelum berkendaraan ia berharap, masyarakat harus melengkapi surat-surat maupun kelengkapan kendaraannya terlebih dahulu, baik itu SIM, STNK hingga menggunakan helm.

“Masyarakat Lubuklinggau harus menggunakan helm SNI, apalagi saat ini lagi musim hujan, jadi pengendara harus lebih berhati-hati dalam berkendaraan, yang bisa menyebabkan kecelakaan,” pintanya.

Sedangkan, untuk jumlah personel gabungan yang terlibat dalam Operasi Zebra yang digelar Polres Lubuklinggau ini menurutnya, mencapai 52 personel. Dirincikannya, pihak Satlantas Polres Lubuklinggau sendiri menerjunkan 40 personel, Dishub Pemkot Lubuklinggau menurunkan 10 personel, dan Sub Denpom menyumbang sebanyak dua personel.

Sementara itu, Dansubdenpom II/4-5 Lubuklinggau Kapten CPM Kamalludin US, melalui Bayunit Gakumwal Subdenpom II/4-5 Lubuklinggau Sertu Basron mengatakan, dalam Operasi Zebra kali ini, pihaknya juga menemukan atribut TNI berupa baju kaos di dalam mobil masyarakat sipil.

“Untuk atribut tersebut kita sita dari masyarakat sipil, karena tidak diperbolehkan untuk masyarakat sipil,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada anggota TNI untuk melengkapai surat-surat kendaraannya. Kalau ada anggota TNI yang kedapatan tidak melengkapi surat kendaraanya, pihaknya tidak akan sungkan untuk melakukan tindakan tilang.

“Kita juga akan tilang dan membuat laporan ke Mahkamah Militer di Palembang,” pungkasnya.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.