
Operasi Militer Pakistan di Balochistan Tewaskan 177 Orang
koranindonesia.id – Militer Pakistan melanjutkan operasi keamanan di wilayah barat daya negara itu.
Serangan terbaru berlangsung di provinsi Balochistan sejak akhir Januari 2026.
Hingga hari keempat operasi, jumlah korban tewas mencapai 177 orang.
Pasukan keamanan menyampaikan data tersebut pada Senin, 2 Februari 2026.
Operasi ini menyasar kelompok militan yang aktif di wilayah tersebut.
Pemerintah meningkatkan tekanan militer setelah serangan terkoordinasi sebelumnya.
“Baca Juga: Seskab Teddy Bahas Program Nasional Bersama Wakil Panglima TNI“
Serangan awal menghantam 12 lokasi berbeda di Balochistan.
Aksi tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Seorang pejabat keamanan menyampaikan informasi ini kepada media.
Pejabat tersebut meminta anonimitas karena alasan keamanan.
Kelompok terlarang Tentara Pembebasan Balochistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan.
Serangan itu menewaskan 31 warga sipil dan 17 personel keamanan.
Pemerintah merespons cepat dengan meluncurkan operasi besar-besaran.
Operasi militer dimulai sejak Jumat, 30 Januari 2026.
Pasukan keamanan menerapkan langkah pengamanan menyeluruh.
Layanan seluler dan internet dihentikan di beberapa wilayah.
Ibu kota provinsi, Quetta, termasuk wilayah terdampak.
Pemerintah juga menghentikan layanan kereta api selama tiga hari.
Langkah ini bertujuan membatasi pergerakan kelompok bersenjata.
Sekretaris Kepala Tambahan Balochistan, Hamza Shafqaat, memberikan penjelasan resmi.
Ia menyatakan konektivitas akan pulih pada Selasa, 3 Februari 2026.
Pemerintah daerah terus memantau situasi keamanan.
Pemulihan layanan bergantung pada stabilitas lapangan.
Warga setempat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan aparat.
Eskalasi di Balochistan terjadi di tengah lonjakan kekerasan nasional.
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang Januari.
Jumlah kematian terkait konflik naik 43 persen dibandingkan Desember.
Sebanyak 361 orang tewas dalam periode tersebut.
Korban meliputi 242 militan, 73 warga sipil, dan 46 aparat keamanan.
Setidaknya 135 orang lainnya mengalami luka-luka.
Data ini dirilis oleh Institut Studi Konflik dan Keamanan Pakistan.
Januari mencatat 87 serangan teror di seluruh Pakistan.
Angka tersebut naik 28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebanyak 27 serangan terjadi di Balochistan.
Provinsi kaya mineral ini kembali menjadi medan operasi utama.
Wilayah tersebut sempat relatif tenang di awal Januari.
Namun, intensitas serangan meningkat tajam menjelang akhir bulan.
Pemerintah pusat kini fokus menstabilkan kawasan tersebut.
“Baca Juga: Mens Rea Tuai Pro Kontra, Pandji Tegaskan Tak Terintimidasi“