Banner sumsel

Ongkos Naik Haji Dipastikan Naik, Besarannya Sekitar Rp 1 Juta

JAKARTA,koranindonesia.Id-Ketua Tim Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019, Ace Hasan Syadzilya mengatakan pihaknya akan memfinalisasikan soal besaran ongkos haji tahun ini.

Menurutnya kenaikan biaya haji ini tidak bisa dihindari, mengingat pemerintah Arab Saudi melalui ‘Muassasah’ nya (Organisasi Penyelenggara Haji Arab Saudi) menyatakan akan ada kenaikan ‘naqabah’ (biaya transportasi) sebesar 10 persen.

Ditambahkannya faktor lainnya yang turut berpengaruh dalam kenaikan biaya haji adalah terkait melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing. Sehingga membuat ongkos naik haji meningkat.

“Ongkos naik haji itu sebagian besar kan menggunakan mata uang asing, terutama dolar AS dan riyal, tentu bakal berimplikasi terhadap transportasi udara,” terangnya.

Selain menyesuaikan konversi rupiah terhadap nilai mata uang asing tersebut, komponen lainnya yang turut dipertimbangkan ialah upgrading Air Conditioner di Armina, serta katering untuk jemaah haji.

Dipaparkannya dalam rapat dengan Kemenag, akan didalami soal katering pada saat menjelang wukuf di Arafah, karena sebelumnya jemaah Indonesia tidak mendapatkan makan pada saat tiga hari menjelang wukuf di Arafah.

“Lalu soal peningkatan kualitas pemondokan, dan hal-hal lain yang memang perlu menjadi perhatian khusus,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait besaran kenaikan biaya haji tersebut, Ace memastikan tidak lebih dari Rp1.000.000. Karena itu dia meyakini, kenaikan ini tidak akan memberatkan calon jemaah haji Indonesia. Untuk itu dirinya berharap tidak memberatkan jamaah kenaikannya tersebut.

“Jadi kalaupun juga terjadi kenaikan tidak lebih dari Rp1.000.000,- paling di kisaran Rp800.000 – Rp900.000 kenaikannya nanti,” tandasnya (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.