Banner sumsel

Oknum Satpol PP – Politisi di Lubuklinggau Saling Tuntut

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum caleg yang juga menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Lubuklinggau, Syamsurizal kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jon Farles terus berlanjut. Kini kedua belah pihak saling tuntut.

Setelah sebelumnya pihak keluarga Satpol PP telah terlebih dahulu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lubuklinggau, yang menyebabkan Syamsurizal ditahan di Mapolres Lubuklinggau Rabu (1/11) sekira pukul 19.00 WIB, lalu.

Menurut Ketua DPC PPP Kota Lubuklinggau Afri Achmadi, saat dibincangi wartawan di Mapolres Lubuklinggau mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Mapolres Lubuklinggau untuk menuntut balik, serta melakukan upaya penangguhan penahanan terhadap sekretarisnya yang sudah ditahan polisi.

“Terjadinya penahanan itu malam tadi, kita tak tahu kenapa bisa ditahan, info yang kita terima alasan penahanan itu berdasarkan laporan yang masuk dari pihak keluarga Satpol PP yang menuntut. Makanya kita kesini (Mapolres Lubuklinggau) dengan membawa kuasa hukum kita, untuk melakukan tuntutan balik dan upaya penangguhan penahanan,” terangnya, Jumat (2/11/2018).

Ditambahkannya, sejauh ini pihaknya belum menerima surat penahanan secara resmi dari pihak kepolisian, namun yang pasti pihaknya akan menuntut balik.

“Kita berdalih seharusnya kita yang menjadi korban, karena kita yang dikeroyok, kita juga memiliki sejumlah bukti video rekaman kejadian, dan akan segera kita tuntut balik,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota keluarga dari oknum Satpol PP, Baidjuri Asir saat dikonfirmasi mengakui, pihaknya telah melaporkan tindak penganiayaan yang dialami keluarganya tersebut.

Kemarin juga ia telah melihat kondisi Jon Farles ke rumah sakit, dan dalam keadaan yang masih lemah.

“Kita mendatangi Mapolres Lubuklinggau dan hanya meminta polisi bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku, semua alat bukti telah dilengkapi termasuk rekaman video. Hingga saat ini pun korban (Jon Farles) masih terbaring di rumah sakit. Kalau pelaku ingin tuntut balik ya silakan, itu kan hak nya, biarkan aparat bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku,” terang Baidjuri Asir.

Sementara itu terpisah, Kanit Pidum Polres Lubuklinggau Ipda Zulkarnain membenarkan, kalau Syamsurizal saat ini, telah ditahan di Mapolres Lubuklinggau.

“Di jemput pada Rabu (1/11) sekitar pukul 19.00 WIB, kasus ini masih dalam proses pendalaman dan penyidikan, jadi belum ada kejelasan pasti, biarkan proses ini berjalan sesuai aturan hukum yang ada,” singkatnya.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.