Oknum PNS di Samsat Cetak STNK Palsu, Ini Modusnya…

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Riki Fitrayadi (33), oknum PNS Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel yang bertugas di Samsat Palembang diamankan penyidik Unit IV Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel karena diduga memalsukan Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pria yang tercatat tinggal di Jalan Macan Kumbang, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan IB I Palembang ini disergap aparat kepolisian bersama sejumlah barang bukti dari kediamannya, Selasa (26/11) malam.

Dari data diperoleh, pelaku yang diduga sudah tiga bulan melancarkan aksi itu dengan cara mendaur ulang STNK bekas atau yang telah habis masa berlaku. Adapun dari STNK kadaluwarsa itu hanya diambil hologram untuk kemudian dipasangkan di lembar STNK yang dicetak sendiri.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan penangkapan tersebut dan berdasarkan pemeriksaan sementara, yang bersangkutan mengaku sudah tiga bulan melakukan aksi tersebut.

“Pengakuan tersangka, dia menawarkannya ke masyarakat yang hendak mengurus pajak kendaraan di Samsat. Terduga pelaku dapat Rp700 ribu sekali buat, uangnya untuk dirinya. Dugaannya dilakukan perorangan, oknum itu sendiri,” kata Supriadi, Kamis (28/11/2019).

Menurut Supriadi, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RF mengaku mengambil STNK di tempat dirinya bertugas. Karena lokasi kerja di Samsat Palembang memudahkan yang bersangkutan mendapatkan lembar STNK yang sudah tidak berlaku dan oleh pelaku, lembar STNK tersebut direndam dan kemudian hologram nya akan terlepas.

“Lalu RF menempelkannya (hologram) ke STNK palsu yang telah dibuat dan kemudian STNK palsu tersebut dipanaskan menggunakan setrika listrik agar hologramnya kembali menempel,” imbuhnya.

Tak berhenti disitu, dirinya melanjutkan, setelah selesai disetrika, pelaku menggunakan laptop dan printer mencetak jumlah nilai pajak kendaraan di STNK palsu tersebut. Jadi seakan-akan asli yang dibuat sangat mirip.

Sehingga dalam penyergapan tersebut, bersama terduga pelaku juga diamankan barang bukti laptop, printer, setrika, 45 lembar STNK mobil dan motor kadaluwarsa, 11 lembar STNK palsu, hologram yang sudah direndam, serta 9 SIM B1 dan C palsu.

“Sejauh ini sudah ada beberapa korban yang melapor dan dari barang bukti yang diamankan, cukup banyak STNK dan SIM yang dipalsukan. Jadi kami imbau masyarakat yang pernah berurusan dengan pelaku untuk melapor,” tandasnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.