Banner Pemprov 17 Agustus

Oknum Kades ini Gunakan Dana Desa untuk Beli Mobil dan Biaya Persalinan Istrinya

BATURAJA, koranindonesia.id – Melakukan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa, oknum kades di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) terancam hukuman penjara lima tahun lebih. Zulfikri Umari (42) Kepala Desa Ulak Lebar non aktif, Kecamatan Ulu Ogan, OKU, hanya bisa tertunduk lesu saat ditahan di Mapolres OKU, atas dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dan penggunaan Dana Desa tahun anggaran (t.a) 2017.

Kepala Polres OKU AKBP NK Widayana Sulandari didampingi Kasat Reskrim Polres OKU AKP Alex Andrian saat menggelar rilis di halaman Mapolres OKU menyatakan, modus operandi yang dilakukan tersangka tindak pidana korupsi ini, yakni melakukan pencairan Dana Desa tahap pertama sebesar Rp.481.057.200. “Pencairan ini dilakukan oleh pelaku sendiri tanpa melibatkan perangkat desa selaku PTPKD,” kata Kapolres kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Dana desa yang dicairkan tersebut lanjut Kapolres, digunakan pelaku untuk keperluan pribadi yakni membeli satu unit mobil Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, untuk keperluan istri melahirkan, serta keperluan pribadi lainnya. “Kasus ini kita ungkap sejak adanya laporan pada April 2018 lalu,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka, Polres OKU menyita barang bukti berupa satu unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza seharga Rp150 Juta, serta melakukan penyitaan terhadap rekening pribadi tersangka di Bank Sumsel Babel (BSB) cabang Baturaja, dan melakukan pembekuan saldo rekening tersangka sebesar Rp96 Juta. “Atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp481.057.200,” imbuh Kapolres.

Masih menurut AKBP NK Widyana Sulandri, tersangka akan dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang Undang (UU) No 31/1999 yang diubah dengan UU No 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Ancamannya diatas lima tahun,” ucap Kapolres.

Sementara itu, tersangka Zulkifli mengakui perbuatannya, dikatakannya ia melakukan korupsi Dana Desa tersebut, murni atas dasar kesadarannya sendiri, karena tergiur jumlah uang yang diperoleh. Dirinya sendiri baru setahun menjabat Kades. Diakuinya pula, uang hasil korupsi itu digunakan untuk membeli mobil dan kebutuhan lainya. “Dana itu mengalir ke rekening pribadi saya, uangnya saya belikan mobil,” ringkasnya.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.