Banner sumsel

Oknum ASN Dinas Perizinan Mura Berprofesi Ganda Sebagai Pengedar Sabu

LUBUKLINGGAU,koranindonesia.Id-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau berhasil mengamankan pengedar sabu, Davidson pada Rabu (3/10/2018) pukul 21.00 WIB di Jalan Bima RT 02 Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Timur I, tersangka diketahui adalah ASN Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Musirawas, Sumsel.

Dari tangan tersangka polisi menyita 1 bungkus rokok Hits Mild, 3 paket sabu seberat 0,46 gram, handpone Samsung warna putih, 1 pak plastik serta uang tunai sebesar Rp 222.000.

Dari nyanyian tersangka Davidson, BNN Kota Lubuklinggau berhasil mengamankan tiga tersangka lainnya, yakni Dani (30) warga Kelurahan Batu Urup Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dari pelaku diamankan 25 paket sabu dibungkus plastik kecil dengan berat 5,08 gram.

Kemudian dari tersangka Iwan (25) warga Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II disita 39 paket sabu dengan berat 8,25 gram serta uang tunai sebesar Rp 110.000

Sementara dari tersangka Wakos (20) warga Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, disita 57 paket sabu seberat 13,85 gram, 1 buah HP Samsung lipat, 1 buah timbangan digital HWH, 2 kaleng mentos, 3 pak plastik, 2 skop plastik yang ditemukan di dalam rumah Yudi.

Pada penangkapan ini BNN Kota Lubuklinggau gagal menangkap bandarnya karena berhasil meloloskan diri saat digerebek.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Edy Nugroho mengatakan,  setelah dilakukan introgasi terhadap Davidson bahwa ia membeli narkoba dari salah seorang pengedar di wilayah Kelurahan Batu Urup Kecamatan Lubuklinggau Utara II, setelah itu pihak BNN Kota Lubuklinggau melihat tiga orang yang ingin membeli narkoba jenis sabu.

Kemudian ketiga tersebut langsung diamankan pihak BNN Kota Lubuklinggau. Dari ketiga pelaku diamankan barang bukti ratusan bungkus sabu siap edar.

“Ternyata tempat penjualan di Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau cukup canggih, hanya memasukan tangan di dalam loket terjadilah transaksi. Untuk rumah diduga bandar sangat tertutup rapat, sehingga anggota kesulitan masuk kedalam rumahnya dan harus memanjat tembok setinggi dua meter,”jelasnya, Jumat (5/10/2018).

Walikota Lubuklinggau H.SN Prana Putra Sohe mengatakan, upaya yang telah di lakukan pihak BNN Kota Lubuklinggau terkait pemberantasan narkoba sudah lebih dari optimal.

“Lubuklinggau merupakan kota yang strategis. untuk oknum ASN yang bertugas di Dinas Kantor Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Musirawas yang merupakan bedomisili di kota Lubuklinggau,”ujarnya.

Lanjutnya, narkoba ini dapat membunuh generasi muda berdampak seperti terjadinya begal dan tindakan kriminal lainnya.

Pemerintah Kota Lubukkinggau kata Nanan, akan terus bersinergi dengan pihak BNN kota Lubuklinggau melaui pasukan Jinak (jihat narkoba).

Pasukan Jinak ini nantinya akan diperdayakan lebih optimal lagi kedepannya. Pasukan jinak akan diberi pelatihan untuk memberantas masalah narkoba.(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.