Oknum Anggota Polisi di OKU Timur, Tembak Dua Anggota TNI,  Ini Penjelasan Dandim 0403

BATURAJA, koranindonesia. Id – Oknum Anggota Polsek BP Peliung Kecamatan Ogan Komering Ulu Timur, Brigadir Fernando menembak dua anggota TNI Sub Denpom Jaya I Tangerang berinisial Serda Yogi Apriansyah dan Pratu Ricky Anggara anggota Denjaka Marinir Cilandak.
Kejadian itu terjadi saat dua anggota TNI itu membeli buah bengkoang di Tunggul Desa Bandar Jaya OKU Timur Minggu (10/6)  sekitar pukul 17.30 WIB. Namun,  naas dialami Serda Yogi terkena tembakan pada tangan kirinya, setelah sebelumnya terjadi cekcok, beruntung korban selamat.
Dandim 0403 Letkol Arm Agung Widodo S.Sos saat dikonfirmasi membenarkan hal itu,  menurut Agung jika hal itu disebabkan kesalahpahamana antar kedua belah pihak.
Kejadianya terjadi setelah kedua anggota TNI membeli bengkoang di Tunggul Desa Bandar Jaya OKU Timur. Namun, ditengah perjalanan, Serda Yogi ternyata lupa untuk membayar buah bengkoang tersebut, akhirnya keduanya kembali lagi ke lokasi berniat untuk membayar. Saat dialokasi keduanya didatangi oleh Brigadir Fernando yang menanyakan apakah keduanya anggota TNI.
Kemudian Serda Yogi tidak mengatakan jika mereka anggota TNI melainkan Karyawan. Kemudian terjadilah cekcok antara ketiganya. Serda Yogi mencekik Brigadir Fernando yang membuat Brigadir Fernando mundur kebelakang seraya mengeluarkan senjata api miliknya. Kemudian Brigadir Fernando menembakkan senjatanya sebanyak tiga kali masing-masing 2 tembakan kearah Pratu Ricky dan 1 tembakan kearah Serda Yogi.
Diduga Brigadir Fernando menembak kearah badan sehingga mengenai tangan kiri Serda Yogi sehingga Serda Yogi harus dilakukan perawatan di rumah sakit.
Dandim 0403 Letkol Arm Agung Widodo S.Sos menjelaskan kejadian tersebut murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun, kata Dandim seluruh permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik
“Intinya kita bersama Kapolres OKU Timur, DanSubdenpom Baturaja sudah melakukan mediasi secara kekeluargaan dengan kedua belah pihak disaksikan juga oleh keluarganya dan Alhamdulillah sudah sepakat bahwa kejadian tersebut dipicu kesalahpahaman. Disepakati juga bahwa penyelesaian selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum di institusi masing-masing (Propam Polda dan Pomdam).(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.