Ogan Ilir Komitmen Bersinergi dalam Upaya Cegah Radikalisme

INDRALAYA,koranindonesia.id, – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Ilir (OI) H Herman menghadiri langsung Sosialisasi Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa Dalam Pencegahan Terorisme, Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) bertema Sinergi Dalam Upaya Mencegah Radikalisme, Rabu (25/4/2018)

Ketua FKPT Sumsel DR Rosidin Hasan MpdI mengatakan, fenomena aksi kelompok radikal dapat berujung pada aksi terorisme yang menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan  di tengah masyarakat. Adanya aksi radikalisme menurutnya, dapat menimbulkan dampak dan keresahan karena menyebabkan saling tuduh dan fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan bagi suatu kelompok atas kelompok lainnya

“Hal ini menjadi benih konflik yang setiap saat dapat meledak dan mengoyak keharmonisan kehidupan masyarakat yang selama ini terbina.  Diharapkan semua komponen bangsa dapat memiliki tanggungjawab yang sama untuk menjaga kedamaian, keutuhan NKRI dari segala bentuk ancaman. Pencegahan terhadap berkembangnya paham radikal terorisme merupakan suatu keniscayaan untuk dilakukan dengan mengandalkan ketentuan yang ada di masyarakat,” ujarnya

Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kolonel Rahmat Suhendro mengatakan, tugas pokok deputi antara lain berfungsi sebagai monitoring dan evaluasi (monev) terhadap potensi ancaman terorisme,  sun jakstra dan prognosis pencegahan teroris, koordinasi pelaksanaan pencegahan terorisme, melawan propaganda ideologi radikal,  sosialisasi pencegahan teroris, pelaksanaan program deradikalisasi, pemulihan korban aksi terorisme.

“Pada saat amanlah mereka menyusun strategi,  kalau kita lemah pembangunan tidak jalan.  Kita lemah tidak waspada terutama di daerah-daerah terpencil. Kades harus kerjasama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas.  Berdasarkan survei banyak yang memahami faham radikal. Saya ingatkan, pemantauan pencegahan lebih baik dilakukan daripada melakukan tindakan,” tandasnya

Sementara itu Sekda OI H Herman mengatakan, sosialisasi tersebut diharapkan dapat menekan angka terorisme, bahkan di OI sendiri sudah ada Madrasah Diniyah yang digelar pemerintah untuk makin meminimalisir berkembangnya paham-paham radikal tersebut.(snd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.