Banner sumsel

Ocktap: KPU Palembang Keliru Membatasi Jumlah Media Meliput Debat

PALEMBANG,koranindonesia.id-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang pada 22 Juni lusa akan menggelar debat publik Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang.

Komisioner KPU Kota Palembang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, A Karim Nasution Mhum mengatakan pihaknya akan membatasi lembaga penyiaran dan televisi lokal serta media yang lainnya dalam keikutsertaan dalam publikasi.

“Nanti media yang kita ikut sertakan dalam acara debat itu hanya 30 media saja,” katanya, kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan H. Ocktap Riady, SH menilai KPU kota Palembang sangat keliru telah membatasi dan memilih milih media dalam acara debat itu.

“KPU kota Palembang sangat tidak bijak dalam memberikan keputusan, ini berarti KPU telah menghalang- halangi kerja dari wartawan, seharusnya KPU memfasilitasi awak media dalam acara itu,” ujarnya.

Sementara Pemerhati Politik (Forum Demokrasi Sriwijaya/ ForDes), Bagindo Togar Bb berpendapat kebijakan membatasi jumlah media merupakan hak kelembagaan KPU.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, standard atau parameter KPUD dalam menentukan media yang diperkenankan untuk meliput acara debat acara Pilkada tersebut.

“Disisi lain, para media juga merupakan representasi dan sounder masyarakat dalam berpartisipasi dalam event demokrasi Pemilukada,” ujar Bagindo. (win)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.