Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Harga Kebutuhan Pokok di Lahat Masih Stabil

LAHAT, koranindonesia.id – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini, belum berdampak kepada harga-harga kebutuhan bahan pokok di wilayah Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel).

Kepala Dinas Pedagangan Kabupaten Lahat, Sukaca, melalui Kabid Perdagangan Hamzah Sivi Yusman didampingi Kasi Pengadaan dan Penyaluran Yarap mengatakan, sejauh ini harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Lahat, belum ada yang mengalami kenaikan.

“Belum ada yang naik. Tapi barang-barang impor terutama bidang industri naik,” ucapnya ketika dibincangi wartawan, Kamis (11/10/2018)

Dijelaskannya, hasil pantauan pihaknya dilapangan, pada beberapa pasar tradisional, sampai akhir September lalu, beberapa kebutuhan pokok penting justru mengalami penurunan.

Seperti daging ayam broiler turun dari Rp26.000 per Kilogram (kg) ke Rp25.000, minya goreng dari sebelumnya Rp11.759 per kg menjadi Rp11.450, kubis dari Rp8.000 per kg turun menjadi Rp7.000, cabe rawit dari Rp50.000 turun menjadi Rp45.000, buncis turun dari Rp12.000 ke Rp10.000.

“Hanya saja kelapa sawit ikut turun. Dari semula Rp1.000 per kg menjadi Rp750,” paparnya.

Lebih lanjut diakuinya, pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Lahat sendiri, setiap minggu terus melakukan survei lapangan, terkait harga harga maupun stok kebutuhan pokok (sembako) bagi masyarakat.

“Kita per minggunya buat laporan yang ditujukan ke Bupati, Dinas Perdagangan Provinsi maupun pusat. Kalaupun ada kenaikan  secara signifikan, kita tunggu solusi dari pusat atau provinsi,” ujarnya, seraya menambahkan, pihaknya kerap pula diajak koordinasi untuk mencari solusi jika memang terjadi kenaikkan harga yang signifikan.

Rossa (38) salah satu pembeli di Pasar Tradisional Swuaer Lahat mengaku, pemberitaan terkait melemahnya nilai mata uang di media belum berdampak dengan kelangsungan belanjanya sehari-hari.

Warga kelurahan Pasar Lama, Lahat ini mengaku, tidak begitu memikirkan kondisi rupiah saat ini asalkan harga kebutuhan pokok terjangkau. “Sama aja kayak biasa, belum ada naiknya. Malah ada yang turun,” ucapnya.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.