Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

NIK Jokowi Bocor, Kemenkes Diminta Lakukan Langkah Ini

JAKARTA, koranindonesia.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmat Handoyo mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus berkolaborasi dengan instasi lain terkait aplikasi PeduliLindungi, menyusul bocornya nomor induk kependudukan (NIK) data diri milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui sertifkat vaksin. Sebab persoalan aplikasi dan perlindungan data, Kemenkes memang bukan instansi yang ahli di bidang tersebut.

“Jadi perlu lebih koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Siber dan Sandi Negara guna menjamin keamanan data pribadi di aplikasi yang mereka kelola,” kata Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Kata Rahmad, proses penyempurnaan harus dilakukan, proses perbaikan harus dilakukan lagi kembali, proses peningkatan keamanan juga harus berlapis-lapis.

“Meskipun kita sadari, kita pahami bahwa Kementerian Kesehatan tidak ahli di bidang siber maupun teknologi ini,” tambah politisi PDI Perjuangan ini lagi.

Sementara itu, terkait kebocoran data yang terus berulang hingga kini dialami sendiri oleh kepala negara, Rahmat mengatakan bahwa hal tersebut jangan dianggap wajar. Perlu investigasi lebih lanjut dan mitigasi agar kebocoran data tidak terjadi lagi dan lagi.

“Ini artinya bahwa sampai adanya data Pak Jokowi tersebar di medsos itu perlu pendalaman. Pendalaman apakah itu betul sertifikat milik presiden, kalau betul perlu penyelidikan, apa yang sedang terjadi, siapa yang sedang bermain-main untuk mencuri itu apa manfaatnya dan apa kegunannya,” pungkasnya. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.