Banner sumsel

Ngaku Dirampok, Ternyata Motor Telah Dijual

Rahmat Terancam Dibui Karena Laporan Palsu

PALEMBANG,koranindonesia.Id-Guna menindaklanjuti laporan Rahmat, terkait perampokan yang terjadi di Simpang Tegal Binangun pada Rabu (7/11) pukul 18.00 WIB lalu, SPK Tim II Polresta Palembang dibawah pimpinan, Ipda Riduansyah langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP itu terungkap, ternyata Rahmat (50) warga Tanjung Api Api Komplek PDK Blok B1 RT 33 RW 12 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami telah membuat laporan palsu ke Polresta Palembang.

“Ya, sebelumnya Rahmat melapor kesini. Dia melaporkan kalau telah dirampok dua pelaku dilokasi. Dengan diacungkan senjata tajam jenis pisau, para pelaku merampas sepeda motor merk  Honda Beat Nopol BG 4621 ACE. Saat kami cek TKP, mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, ternyata tidak satu orang pun yang tinggal di lokasi mengetahui. Dari sana, kami interogasi mendalam, nampak keterangan Rahmat berubah-ubah sehingga kami pun mencurugainya,” papar Kepala SPKT Polresta Palembang, Ipda Riduansyah kepada wartawan online ini.

Dikatakan Riduan, sebelumnya Rahmat mengaku sepeda motornya itu dibeli secara kredit atau leasing.

“Pengakuannya sih, motor itu baru tiga bulan dimiliki. Dengan proses kredit, baru tiga kali cicilan dan DP-nya Rp 1,5 juta, telah dijual seharga Rp 6 juta. Kini Rahmat masih terus menjalani pemeriksaan intensif penyidik, untuk pengembangan kasusnya,” tandasnya, Kamis (8/11/2018).(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.