Banner sumsel

Nasibnya Terkatung-katung, Honorer K2 Minta Diperhatikan Pemerintah

SOLO, koranindonesia.id – Himpitan ekonomi makin membuat guru honorer K2 menjadi tertekan. Selama bertahun-tahun, nasib mereka tak jelas untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Inilah yang dirasakan oleh Guru Honorer Kabupaten Kediri, Susilo Setya Nogroho.

“Selama 18 tahun, nasib saya ini terkatung-katung tidak jelas. Apakah saya harus jadi honorer selamanya ataukah ada kepastian dari pemerintah terkait pengangkatan menjadi PNS,” kata Susilo mengawali perbincangan dengan wartawan koranindonesia.id, di sela kegiatan rapat konsolidasi Keluarga Besar Honorer K2 Indonesia di Hotel Margangsa, Kelurahan Laweyan, pada Rabu (20/2/2019).

Usianya yang sudah tidak muda lagi, membuatnya gagal mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebelum itu, dirinya juga kerap mengikuti tes, namun tidak lolos. Bapak tiga anak ini seakan putus asa dengan kondisi yang dialami saat ini. Dia bahkan berpikir ingin keluar dari profesinya. Akan tetapi, selalu teringat dengan anak didiknya.

Dalam kesempatan itu, Susilo menyampaikan uneg-unegnya, yang diyakini juga dirasakan oleh Honorer K2 lainnya. Yakni, meminta kepada Presiden untuk memperhatikan nasib mereka. “Kami ingin diangkat PNS tanpa tes, jadi lebih kepada Kepres (Keputusan Presiden). Perhatikanlah nasib kami,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Konsolidasi Keluarga Besar Honorer K2 Indonesia, Eko Mardiyono mengatakan, para teman-temannya dari honorer K2 telah berulang kali mengadakan pertemuan dengan pemerintah, namun hasilnya tetap nihil.

“Bahkan, sampai hampir pensiun seperti saya ini masih sebagai honorer. Kami berharap ada perlakukan khusus dari pemerintah kepada kami,” harapnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Relawan Brigade#01 ini sebagai wujud keprihatinan mereka, akan nasib honorer K2. Mereka berpuluh-puluh tahun memberikan pengabdian kepada negara, namun keinginan mereka tidak diperhatikan.

Ketua Umum Relawan Brigade #01, Diah Warih Anjari mengatakan, pihaknya akan mencoba menjembatani untuk mempertemukan para tenaga honorer dengan pemerintah. Rencananya, pihaknya akan melakukan silaturahmi tingkat nasional yang diikuti lebih dari ratusan ribu hononer K2.

“Nanti juga rencananya kami akan mengundang Pak Presiden untuk datang duduk bersama untuk mempehatikan nasib para tenaga honorer. Mudah-mudahan ini menjadi titik final perjuangan mereka sehingga tidak ada lagi nasib para honorer yang menggantung,” pungkasnya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.