Banner Pemprov 17 Agustus

Namanya Disebut dalam Kasus Novel, Ini Penjelasan Komjen Iriawan

JAKARTA, koranindonesia.id – Mantan Kapolda Metro Jaya, Komisaris Jenderal (Komjen) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule  menjelaskan terkait namanya disebut-sebut mengetahui akan ada penyerangan kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan sebelum peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Novel.

 “Kalau memperingatkan (sebagai) seorang (Jenderal) polisi kan wajar saja, apalagi kepada penyidik KPK. Tapi bukan berarti saya tahu siapa pelakunya dong, kan gitu,” kata Iwan Bule sapaan akrabnya saat dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, imbauan untuk berhati-hati dinilainya wajar dilakukan lantaran sosok Novel kerap menangani kasus besar di KPK. “Soal mengingatkan itu wajar saja, karena dia (Novel) kan menangani kasus besar. ‘Hati-hati Vel’,” tambah Iwan.

Sebagai senior, ia pun menganalogikan imbauannya kepada Novel seperti halnya ucapan orangtua kepada anaknya.

“Saya punya anak. Saya ingatkan hati-hati di jalan, itu wajar dong karena berpergian pakai mobil bisa tabrakan, bisa apa. Kalau Novel seorang penyidik ya wajar saja, ‘Dek hati-hati ya dalam menyidik’, kan wajar,” tekan Iwan.

Imbauan Iwan kepada Novel ini dikatakanya ketika dirinya bertandang ke rumah Novel. Saat itu Iwan bersama temannya Novel yang juga mantan anggota kepolisian yang saat ini menjadi Wakil Bupati Kebumen, Arif Sugianto. “Nanti boleh tanya haji Arif, saksinya dia,” jelas Iwan.

Sekaligus Iwan meluruskan soal dirinya telah diperiksa oleh tim pakar Kapolri, Hendardi terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Saat itu, jelas Iwan, sekitar dua bulan silam tim menyambanginya di kantor untuk mengklarifikasi terkait dirinya yang disebut pernah bertemu dengan Novel.

“Jadi saya tidak pernah bicara ada yang terlibat, itu enggak pernah. Tim pakar Kapolri enggak nanya itu, nannya cuma Pak Iwan pernah ketemu dengan Novel. Jadi (kepada saya) tim tidak pernah tanyakan ada Jenderal yang terlibat enggak? Enggak ada itu,” pungkas Sekretaris Utama Lemhanas ini.

Dengan pemberitaan yang seolah menjadikan dirinya sebagai orang yang terlibat, mantan Kapolda Jawa Barat ini sama sekali tidak khawatir. Pasalnya ia sama sekali tidak mengetahui kasus penyiraman air keras yang sudah dua tahun lamanya belum terungkap.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.