Banner sumsel

Nama Mantan Sekretaris MA Disinggung dalam Kasus Eddy Sindoro

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan, dalam pengembangan kasus dugaan suap dari pengusaha Eddy Sindoro, disinggung nama mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, KPK akan melakukan pengembangan dalam kasus suap Eddy Sindoro ini, seperti apa kaitannya dengan Nurhadi dan Lucas.

Dalam kesempatan ini, Saut juga mengungkapkan keterlibatan mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, dalam penyerahan diri Eddy Sindoro, merupakan bentuk kepercayaan terhadap Taufiequrachman saja dan tidak ada kaitan lainnya.

“Penyerahan diri Eddy Sindoro sangat membantu kami untuk mengusut kasus yang dialaminya, jadi penyidik KPK terbantu untuk mendapatkan bukti-bukti lainnya,” ungkapnya kepada wartawan, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/10/2018)

Saat ini, dikatakan Saut, penyidik KPK terus akan menyidik Eddy Sindoro, hingga kasus ini bisa diselesaikan. Hasilnya, nanti akan diketahui setelah penyidik telah melakukan penyidikan terhadap mantan Presiden Komisaris Lippo Group tersebut.

“Penyidikan akan terus berlangsung, mudah-mudahan penyidik bisa secepatnya mendapatkan bukti dari pengakuan Eddy Sindoro,” tandasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka sejak 2016. Dia diduga berperan memberikan arahan dalam pemberian suap yang dilakukan seorang swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution yang saat itu menjabat sebagai panitera sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Di putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai Presiden Komisaris Lippo Group.

Baik Doddy maupun Edy Nasution sudah menjalani hukuman. Doddy menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution harus meringkuk di penjara selama 8 tahun dan membayar denda Rp300 juta subsider 6 bulan.

(erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.