Banner sumsel

Najib: Ada Limbah Industri Cemari Lingkungan, Kami Tindak

PALEMBANG,koranindonesia.id – Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib akan menindak industri  yang beroperasi di kota Palembang jika mencemari lingkungan. Dia meminta pihak industri  agar mengolah limbahnya terlebih dahulu sebelum dibuang.

“Olah dulu limbahnya sesuai standar yang dikeluarkan pemerintah. Bila berdampak merusak lingkungan, maka akan kita tindak sesuai aturan,” tegas Akhnad Najib saat meninjau langsung pabrik busa Napoli di Jalan Pangeran Ayin Kelurahan Sako Kecamatan Sako,  Kamis (8/3/2018).

Ia menjelaskan, banyak upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan gerakan gotong royong tiap akhir pekan. Oleh sebab itu, setiap perusahaan baik skala rumah tangga maupun industri harus menjaga agar limbah yang dihasikkan pabrik mereka tidak mencemari lingkungan.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Faizal A R menambahkan, bahwa Kota Palembang masih menjadi kota yang layak huni baik dari segi kebersihan udara, air dan lingkungannya.

“Secara rutin dan berkala tiga bulan sekali kami melakukan tes laboraturium kelayakan udara dan air di Kota Palembang. Termasuk  limbah industri kita lakukan uji laboratorium,”katanya.

Sebelumnya, Palembang mendapat predikat kota layak huni ini berdasarkan data yang dirilis oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI)) di Kementerian Agraria dan Tata Ruang Jakarta. Dalam rilisnya tersebut, Palembang bersama Solo, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Tangerang Selatan, dan Banjarmasin masuk ke dalam jajaran tujuh kota dengan nilai index livability di atas rata-rata.

Ketua Umum IAPI, Bernadus Djonoputro mengungkapkan, ada beberapa indikator penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai index livability sehingga bisa mengetahui kota tersebut layak huni atau tidak.

“Indikator penilainya adalah, ketercukupan pangan, fasilitas peribadatan, pengelolaan air bersih, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, transportasi, keselamatan kota, pengelolaan air kotor dan drainase, fasilitas pejalan kaki, dan informasi pembangunan dan keterlibatan masyarakat” ujar Bernadus kala itu (ria)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.