Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Nah Loh, 92 Rekening Milik FPI Tak Terbukti Ada Unsur Pidana

JAKARTA, koranindonesia.id – Sekian lama bungkam soal rekening Front Pembela Islam (FPI) akhirnya Polri buka suara. Ternyata, setelah meneliti laporan hasil analisa (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), tak ditemukan unsur pidana.
Alhasil 92 rekening FPI tersebut tak bermasalah dan tak ditemukan unsur tindak pidana. Hal ini dikatakan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian kepada wartawan, Rabu (24/3).

“Polri tidak melakukan pemblokiran terhadap 92 rekening tersebut. Hasilnya sudah kami sampaikan ke PPATK. Kami belum menemukan predicate crime yang memadai,” kata Polri Brigjen Andi Rian.
Andi juga menegaskan Polri tak pernah meminta PPATK untuk memblokir atau membekukan puluhan rekening tersebut. Karenanya untuk mengaktifkan kembali rekening FPI menjadi kewenangan PPATK.
“Iya (pembukaan pemblokiran kewenangan PPATK),” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri menjabarkan kepemilikan 92 rekening yang dicek PPATK. Para pemilik rekening itu merupakan mantan pengurus daerah hingga pusat Front Pembela Islam (FPI).

“Telah dianalisis oleh PPATK sebanyak 92 rekening, ini terdiri dari pengurus pusat FPI, pengurus daerah, dan beberapa individu yang terkait dengan kegiatan FPI,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono.

Dari puluhan rekening itu, kata Rusdi, terdiri dari berasal dari belasan bank. Nantinya, hasil analisa itu akan menjadi rekomendasi untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran pidana saat gelar perkara. “92 rekening ini terdapat pada 18 bank yang ada di Indonesia,” ungkapnya.”Tentunya hasil analissi PPATK menjadi masukan dari Bareskrim Polri dan tentunya Bareskrim Polri akan tindaklanjuti ada atau tidaknya tindak pidana yang berhubungan dengan aliran dana yang ada pada organisasi FPI,” sambung dia. (ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.