Banner sumsel

Musim Penghujan, Jalan Cor Batukuning Memprihatinkan

BATURAJA, koranindonesia.id – Musim penghujan saat ini kondisi Jalan Letkol H Mahmud Abu Hasan, Kelurahan Batukuning, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel), atau  yang lebih dikenal dengan sebutan Jalan Cor Beton Batukuning, yang menghubungkan Kota Baturaja- Prabumulih, memprihatinkan.

Khususnya, bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut. Sebab, saat musim penghujan seperti sekarang, kondisi jalanan yang becek serta berlobang, menyulitkan pengendara yang melintas disana.

Pantauan dilapangan, kemacetan panjang mencapai sekitar 6 Km terjadi di ruas jalan tersebut, hal ini disebabkan oleh mobil yang terperosok ke dalam lobang yang berlumpur, bak kubangan kerbau.

“Itu ada mobil yang terjebak di lumpur pak,” kata Bowo salah seorang pengendara yang mengeluhkan kondisi ini, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, musim hujan yang terjadi saat ini semakin memperparah kondisi jalan, selain jalan hancur, kondisi jalan menjadi licin, jika tak berhati-hati bisa berakibat fatal, hampir setiap waktu dipastikan ada kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang terjebak di jalan tersebut.

“Jalan ini jadi jalur neraka, jalan sudah rusak parah, ditambah macet pula,”  timpal pengendara lainnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Redo (27), warga Peruma Kibang Permai yang kerap melintasi jalan tersebut.

“Saya sebagai masyarakat sekitar jalan cor yang pasti merasa sangat terganggu, dengan kondisi jalan seperti ini yang dibiarkan berlarut larut,” ucapnya.

Dikatakannya, status jalan ini memang merupakan jalan provinsi, namun di daerah menurutnya, ada pemerintah kabupaten yang setidaknya dapat memberikan sedikit titik terang, berupa bantuan perbaikan sementara.

“Atau jika memang menyalahi aturan, kita minta pemerintah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk dapat memberikan perbaikan sementara,” imbuhnya.

Menurutnya, rusaknya jalan ini akibat dilalui oleh kendaraan besar yang melebihi batas muatan, tidak menutup mata, kendaraan besar yang melintasi jalan ini merupakan milik beberapa perusahaan raksasa yang ada di OKU.

“Kalau yang lewat hanya mobil kecil, jalan ini tidak mungkin rusak. Namun mobil bermuatan besar yang menjadi salah satu pemicunya,” cetusnya.

Namun hingga saat ini lanjutnya, bantuan perbaikan itu belum ada yang terlihat dan dirasakan masyarakat. “Kasihan kami masyarakat kecil yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua yang jadi korban jalan rusak ini. Apakah pemerintah harus menunggu jatuhnya korban baru akan melakukan penanganan, lagi pula ini adalah satu satunya akses menuju kota Palembang dari Baturaja, artinya jalan ini sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, kepala Dinas PU PR Kabuupaten OKU Hilman yang dihubungi via sambungan selulernya membenarkan, jika jalan tersebut merupakan jalan provinsi, menurut Hilman, pihaknya telah beberapa kali berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang kendaraannya kerap melintasi jalan tersebut. “Sudah pernah beberapa kali kita lakukan perbaikan sementara, dengan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Namun saat ini, jalan tersebut menjadi jalan alternatif satu-satunya bagi pengendara, sebab ruas jalan Desa Lubuk Batang saat ini, sedang ditutup karena sedang ada perbaikan jembatan. “Akhir tahun ini jembatan selesai dikerjakan,” tandasnya.

(tin)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.