Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

MUI Sarankan Jenazah Covid-19 Dimakamkan Secara Massal

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH. Sholahuddin Al-Aiyub mengusulkan agar jenazah korban Covid-19 di Jakarta dimakamkan secara massal dalam satu lubang dan peti jenazahnya dijejer.

Dia beralasan hal ini perlu dilakukan mengingat adanya ancaman krisis lahan pemakaman korban Covid-19 yang membayangi penanganan wabah virus di DKI.

Menurut dia, usulannya itu sejalan dengan fatwa Komisi Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Covid-19. Dalam fatwa itu salah satunya membahas mekanisme penguburan jenazah.

“Melihat kurangnya lahan untuk pemakaman korban Covid-19 di Jakarta, pemberlakuan penguburan masal bisa dikaji. Artinya, mengubur beberapa jenazah dalam satu lubang. Ini sudah diatur di dalam fatwa MUI,” ujarnya, Sabtu (26/6/2021).

Menurut dia, penguburan jenazah dalam satu lubang bisa jadi solusi untuk mengatasi menipisnya lahan penguburan di Jakarta. Dia menjelaskan, banyaknya korban Covid-19 dan terbatasnya lahan pemakaman dapat menyebabkan kedaruratan. Secara syar’i, kata dia, bila darurat, penguburan beberapa jenazah dalam satu lubang itu diperbolehkan.

“Jenazah korban Covid-19 yang sudah dimasukkan ke dalam peti, bisa dimasukkan dalam satu lubang kuburan dengan formasi berjajar berdempetan. Penguburan masal tersebut diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk saat ini,” ucapnya.

Khusus untuk penguburan jenazah, pada poin terakhir Fatwa Nomor 18 Tahun 2020, disebutkan bahwa harus dilakukan dengan sesuai ketentuan syariah dan protokol medis. Penguburan dilakukan dengan memasukkan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, maupun kafan.

Fatwa Nomor 18 Tahun 2020 juga merujuk Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19. Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 merinci agar pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengkafani, harus dilakukan sesuai protokol kesehatan, oleh pihak berwenang, dan tetap memperhatikan syariat.

“Sedangkan untuk menguburkannya, tata caranya seperti biasa, dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat sehingga tidak ikut terpapar,” katanya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.