Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Muhammadiyah Protes Tindakan Polisi Tabrak Relawan MDMC

JAKARTA, koranindonesia.id – Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah menyesalkan aksi pemukulan terhadap empat relawan kesehatan Muhammadiyah yang bertugas pada aksi demonstrasi Selasa (13/10/2020). Empat relawan disebut sempat ditabrak sepeda motor petugas Resmob Polda Metro Jaya terlebih dahulu sebelum dipukuli.
Lalu, mereka sempat diseret sebelum akhirnya dilepaskan. Kini, empat relawan kemanusiaan PP Muhammadiyah itu masih dirawat di RSU Cempaka Putih. Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers yang beredar luas di lini media sosial.

Dalam siaran pers itu diungkap kronologi pemukulan terhadap relawan yang saat itu bertugas memantau keamanan di sekitar gedung PP Muhammadiyah.
“Empat orang relawan Muhammadiyah Disaster Manajemen Centre (MDMC) yang bertugas dengan seragam bertuliskan “relawan Muhammadiyah” ditabrak dulu dengan motor polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang,” katanya dalam siaran pers itu, Rabu (14/10/2020).

Kejadian itu bermula selepas Magrib di depan apartemen fresher Menteng. Apartemen itu kebetulan berada persis di samping gedung PP Muhammadiyah. Mereka bertugas memantau keamanan dan bersiap-siap bila jatuh korban saat bentrok antara massa pendemo dengan petugas keamanan.

“Selang beberapa saat datanglah rombongan Resmob Polda Metrojaya dari arah Hotel Treva, Cikini langsung menyerang dan beberapa warga yang ada di halaman apartement Fresher Menteng,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, lembaga penanggulangan bencana PP Muhammadiyah menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terhadap relawan itu. Mereka juga meminta kepolisian untuk tetap profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan. Atas peristiwa itu, mereka juga meminta seluruh relawan Muhammadiyah yang bertugas untuk terprovokasi dan mempercayakan penanganan pada pimpinan.

“Meminta kepada semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada Pandemi Covid-19,” katanya dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan dan Sekretaris MDMC Arif Nur Kholis.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.