Banner sumsel

Minta Hujan Pemkab Lahat gelar shalat Istisqo

LAHAT,KoranIndonesia.id— Kemarau saat ini tengah  melanda beberapa daerah. Tak terkecuali, Kabupaten Lahat. Bahkan, sejak beberapa bulan lalu belum turun hujan. Pemkab Lahat, melakukan shalat Istisqo meminta turun hujan, mengingat kemarau dapat menimbulkan bencana, seperti kebakaran.

 

Pantauan dilapangan, Shalat Istisqo yang dipusatkan di halaman Pemkab Lahat itu, diimami KH Junaidi Sanusi, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, dan bertindak sebagai khatib, Ketua MUI Lahat, Drs KH Zulkiah Kohar, dan dihadiri Jajaran Kodim 0405 Lahat dan para aparatur sipil negara (ASN).

 

Sekretaris Daerah Lahat, Januarsyah Hambali SH MH  mengungkapkan, kemarau yang melanda di Kabupaten Lahat, selain terjadinya kekeringan dibeberapa wilayah di Kabupaten Lahat, juga mengancam terjadinya kebakaran, seperi Kebakaran Hutan dan Lahat ( Karhutla ).

 

” Ya tentu kemarau yang terjadi cukup mengkhawatirkan. Meskipun belum terjadinya titik Karhutlah yang besar, kita mengantisipasi sediniungkin. Salah satunya kita lakukan shalat ( Istisqo ) berjamaah,” ungkapnya. Jumat (23/8/2019)

 

Shalat istisqo ini kata H Januarsyah, merupakan salah satu ikhtiar dan usaha dalam mengantisipasi kebakaran selain meminta hujan untuk menanggulangi beberapa daerah sudah kering sumur ataupun sungai.

 

“Berharap beberapa hari kedepan akan turun hujan, sehingga kebakaran karhutla dapat dikurangi, terlebih lagi sumur-sumur penduduk kembali terisi dan aliran sungai teraliri lagi,” terangnya

 

.Selanjutnya Januarsyah meminta, agar para camat dan kepala desa (kades) dapat mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak melakukan pembakaran hutan, dalam rangka pembukaan lahan ladang atau kebun.

 

“Agar dapat selalu mewaspadai, disinilah peran kita memberitahukan kepada warga, dampak pembakaran lahan, apalagi dewasa ini musim kemarau,” tutupnya. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.