Banner Pemprov Agustus

Minta Dikasihani, Tersangka Penipuan Masker Mengaku Honorer BPK RI

PALEMBANG, koranindonesia.id- Rizky Prayoga (24), pelaku penipuan dan penggelapan masker ini sempat mengaku sebagai honorer Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pusat kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang.

Hal itu dilakukannya guna mendapatkan belas kasihan dan pengurangan hukuman terkait kasus penipuan jual masker yang dilakukannya.

Namun, pengakuan dia disangga oleh Kasubag Humas BPK Perwakilan Sumsel Rita Diana. Dia bersama tim mendatangi Polrestabes Palembang, Senin (20/9/2021) siang untuk memberikan klarifikasi terkait status kepegawaian tersangka.

“Kita melakukan pengecekan terhadap nama pelaku dan tidak ada, dan kita melakukan konfirmasi hingga datang langsung ke Polrestabes untuk menanyai pelaku terkait motif pelaku yang mengaku sebagai pegawai honorer BPK pusat,” ujarnya.

Ditemui di Polrestabes Palembang, Prayoga mengatakan, dia nekat mengaku sebagai honorer BPK Pusat lantaran ingin meringankan hukuman dan dikasihani atas kasus yang menimpanya penipuan jual masker.

“Saya akui memang saya memberikan keterangan palsu soal pekerjaan saya demi untuk di kasihani. Saya bukan honorer di BPK. Namun saya hanya kenal dengan salah satu pejabat di BPK RI,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, hanya mengaku sebagai honorer BPK saat diperiksa oleh penyidik. Sedangkan dalam kasus yang terjadi tidak karena dia sudah mengenal lama dengan korban.

“Agar dipercaya, saya menunjukan foto bersama kepala BPK. Tetapi, saya tidak mengaku pegawai honorer BPK dengan korban karena kami sama-sama kenal sejak lama,” tambahnya.

Dia melakukan aksi penipuan dengan menawarkan masker merk Sensi dengan harga per kotak (isi 50 pcs,red) sebesar Rp 300 ribu kepada korban. Karena tertarik korban memesan 2.000 kotak dan membayar melalui transfer M-Banking sebesar Rp 60 juta.

Pelaku pun berjanji akan mengirim segera masker ke Palembang dalam tempo waktu sekitar dua minggu. Tidak lama pelaku mengirimkan video kepada korban, bahwa masker sudah siap dikirimkan.

Kemudian korban kembali memesan masker dengan total uang sebesar Rp 305 juta, akan tetapi tak kunjung dikirimkan kepada korban.

Pelaku sempat membuat surat pernyataan akan mengganti kerugian korban pada 15 Desember 2020 lalu tapi sampai dilaporkan tersangka belum juga mengembalikan kerugian korban.

Karena masih berminat akhirnya korban memesan banyak masker kepada pelaku sebanyak 2.000 kotak. Namun hingga waktu dijanjikan masker tidak juga ada atau datang.

“Uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya, dan saya mengakui ada dua korban dalam kasus penipuan dengan modus yang sama tapi untuk masalah pertama sudah selesai dengan mengembalikan uangnya secara mencicil dan untuk masalah kedua ini saya ditangkap,” jelas dia

Ditempat yang sama, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa kedatangan BPK Wilayah Sumsel datang untuk mengklarifikasi bahwa pelaku bukan pegawai honorer BPK.

“Pelaku ini ditangkap atas ulahnya melakukan penipuan dalam jual beli masker dengan korban M Hasanain (23) dan saat dilakukan BAP pelaku ini mengaku pegawai honorer BPK pusat,” katanya.

Kompol Tri memastikan bahwa pelaku ini memalsukan identitasnya hal ini pun sudah diakui oleh pelaku saat BPK Wilayah Sumsel datang ke Polrestabes, Palembang.

Untuk motifnya sendiri lanjut dia mengatakan, bahwa pelaku nekat seperti itu karena meminta keringan tentunya dalam perkara yang menjeratnya dalam kasus penipuan jual beli masker. “Kita pastikan pelaku bakal menerima akibatnya karena menghambat penyidikan yang dilakukan sesuai dengan apa yang dilakukan,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.