Banner sumsel

Minimalisir Pemasungan, Posyandu Pelita Harapan Solusi bagi Keluarga Penderita ODGJ

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pemahaman masyarakat Sumatra Selatan (Sumsel) terkait cara memperlakukan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), dinilai masih minim.

Terbukti dengan masih ditemukannya ratusan penderita ODGJ di Sumsel yang dipasung oleh keluarga terdekatnya.

Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Jiwa Nomor 48/2014 menyebutkan, bahwa orang-orang yang dipasung harus dilepaskan. Hal ini juga diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 54/ 2017 yang menitikberatkan pada pelarangan pemasungan dan jika terjadi harus dilepaskan.

Pengelola Program Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, dr Farah Shafitry Karim mengatakan, warga yang dipasung telah terjadi sejak lama. Berdasarkan catatan kasus pemasungan di Sumsel pada 2017 ada sekitar 226 kasus.

Kemudian ada temuan baru di 2018 ada 71 kasus pemasungan di Sumsel. Sementara di Palembang sendiri ditemukan ada 12 penderita ODGJ yang dipasung.

“Di tahun ini, ada juga yang dilepaskan oleh keluarganya setelah mendapat pemahaman dan pengertian, ada 39 orang dilepaskan. Total kasus pasung sampai Juni 2018 ini ada 264 kasus,” katanya usai agenda penanggulangan pemasungan dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober, Senin (8/10/2018).

Ilustrasi (FOTO/NET)

Perawat Jiwa dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sumsel Basa Tiur Mida Siahaan mengatakan, penanganan terhadap ODGJ menurut Permenkes Nomor 54/2017, yang bertanggung jawab dalam kasus pemasungan itu adalah pemerintah daerah (pemda), dalam hal ini Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Dimana di setiap daerah mempunyai unit pelayanan puskesmas (pelayanan primer).

Bahkan, saat ini sudah ada posyandu khusus ODGJ di Puskesmas 1 Ulu Palembang. Sehingga masyarakat yang mengalami ODGJ dan membutuhkan obat, tidak perlu ke RS Ernaldi Bahar lagi. Sebab saat ini puskesmas tersebut telah menyediakan obat.

Kepala Puskesmas 1 Ulu Palembang Lela Harmiyati mengatakan, di 1 Ulu sudah ada Posyandu Pelita Harapan yang hadir setiap akhir bulan.  Posyandu ini ditempatkan didekat rumah salah satu penderita ODGJ.

“Pasien ODGJ di Palembang ini yang terdata ada 40 orang, tapi yang datang ke posyandu hanya 7 orang. Posyandu ini yang pertama di Palembang,” katanya.

(iya).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.