Banner sumsel

Minimalisir Karhutla, BPPT Maksimalkan Modifikasi Cuaca

PALEMBANG,koranindonesia.Id – Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) khususnya lahan gambut akan sangat berpotensi terjadi. Oleh sebab itu, salah satu upaya dalam meminimalisirnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus memaksimalkan upaya modifikasi cuaca untuk membuat hujan buatan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Kabid Pelayanan Teknologi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Sutrisno menerangkan, lebih dari sepekan kondisi cuaca di Sumsel kering sehingga TMC (teknik modifikasi cuaca) kesulitan menemukan awan untuk disemai untuk menjadi hujan. Hal ini menyebabkan kelembaban tanah menurun drastis yang mengakibatkan meningkatnya jumlah hotspot secara signifikan di Sumsel.

Namun, kondisi langsung berbalik sejak 7 Oktober di mana potensi cuaca mulai membaik dan penyemaian awan bisa dilakukan secara maksimal.

“Sejak 7 Oktober tiap hari dilakukan penyemaian awan pada awan-awan potensial, sehingga selama seminggu terakhir hujannya cukup banyak dan hampir merata di wilayah Sumsel. Lalu pada 12-14 Oktober, terjadi hujan lebat di Palembang dan sekitarnya, bahkan nampak adanya limpasan kejalan akibat drainase yang tidak cukup menampung aliran air hujan,” ujarnya, Ahad (14/10/2018).

Demi memaksimalkan TMC, BPPT pun melakukan dua kali penerbangan penyemaian garam di atas Sumsel. Penyemaian garam ini akan terus dilakukan hingga masuk musim penghujan.

“Sampai kapan pastinya melakukan TMC belum tahu, biasanya akan ada evaluasi oleh BPBD, BPPT, BMKG dan instansi terkait lainnya untuk melihat kondisi hotspot, cuaca saat ini dan prediksi kedepan perkembangannya seperti apa. Kondisi tersebut dipakai sebagai pertimbangan TMC tersebut masih harus lanjut atau harus berhenti kapan,” ungkap Sutrisno.

Namun pihaknya meyakini akan tetap melakukan TMC beberapa hari kedepan karena prediksi awan penghujan cukup mendukung. “Beberapa hari kedepan potensi cuaca/pertumbuhan awan masih cukup baik, tapi diprediksi mulai 16 Oktober potensi awan mulai menurun lagi,” tandasnya. (Sen)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.