Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Meski Ditambah 10 Ribu Tempat Tidur, Belum Mampu Tampung Pasien Covid-19

JAKARTA, koranindonesia.id – Dinas Kesehatan DKI Jakarta berupaya menambah jumlah tempat tidur di 104 rumah sakit rujukan agar semua pasien COVID-19 yang membludak sekarang ini bisa ditampung. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan ruangan-ruangan di RS  yang sebelumnya tidak terpakai seperti ruang aula dan lainnya untuk menjadi tempat perawatan  pasien penyakit menular itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sejak lonjakan kasus corona yang membuat 140 rumah sakit krisis tempat tidur, pihaknya mulai menambah secara bertahap jumlah tempat tidur di masing-masing rumah sakit, sejauh ini Dinas Kesehatan DKI berhasil menambah 2 ribu tempat tidur, sehingga total tempat tidur yang ada sekarang ini adalah 10 ribu.

“Awalnya kita sekira 8 ribu sekarang sudah 10 ribu,” kata Widyastuti di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

Dipertegas mengenai sisa tempat tidur di seluruh sakit itu yang seminggu belakangan diklaim  tersisa 10 persen,  Widyastuti tidak menjabarkan secara terperincu, dia mengaku tak bisa memastikan keterisian tempat tidur saat ini karena datanya terus bergerak, sejumlah rumah sakit baik milik Pemerintah daerah, BUMN hingga TNI-Polri disebutnya selalu melakukan penambahan kapasitas setiap harinya.

“Tidak bisa secara angka dipastikan. Karena setiap hari kami terus menambah kapasitas. Rumah sakit vertikal TNI-Polri, RSUD, swasta, dan BUMN setiap hari kita selalu ajak untuk melihat kondisi lapangan yang antre sehingga mereka para direktur berkenan untuk  terus menerus menambah kapasitas,” ucapnya.

Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penambahan fasilitas tempat tidur, lonjakan pasien COVID-19 di DKI Jakarta yang meroket dari 3.000 hingga 7.000 orang per hari membuat rumah sakit sukar lowong. Justru beberapa rumah sakit dinyatakan penuh. Akibatnya, sejumlah pasien corona di rawat di luar ruangan dengan memanfaatkan lobi rumah sakit.

“Beberapa RS kita sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai tempat rawat inap. Maka, kami siapkan tenda-tenda di RSUD,” kata Gubernur Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini tidak merinci Rumah Sakit Umum  Daerah (RSUD) mana saja yang sudah penuh. Namun yang  jelas ada 13 RSUD di  Jakarta saat ini seluruhnya difungsikan untuk pasien corona.

“Dari 32 RSUD, ada 13 yang menjadi RS khusus COVID-19, seperti di RSUD Kramat Jati. Lalu, 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk COVID-19 dan 40 persen untuk penyakit lain,” ujarnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.