Banner Pemprov 2020
3M Muba

Meski Ada Kendala, Mensos Klaim Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Meski penyaluran bantuan sosial (bansos) sedikit terkendala sejumlah persoalan, namun secara umum penyaluran bansos kepada masyarakat di masa pandemi virus corona (COVID-19) sudah tepat sasaran.

Penegasan disampaikan Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara secara virtual dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk ‘Bantuan Sosial Apakah Sudah Tepat Sasaran?’ di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Kalau saya yang ditanya, pastinya tepat sasaran, karena kalau tidak tepat pasti dibawahnya sudah pusing. Dan saya kan juga sering cek langsung turun kelapangan,” kata Mensos Juliari.

Untuk ketepatan sasaran bansos, Juliari mengaku dirinya bersikap tegas terhadap segala penyimpangan maupun pelanggaran yang dilakukan jajarannya. Sebab, akurasi sasaran bansos merupakan bentuk menjalankan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebagaimana arahan dari pak Presiden, dimana ada dua bidang yang harus diintensifkan, yakni kesehatan dan sosial. Yang akhirnya, kami langsung melakukan kordinasi dengan mitra kami komisi VIII di DPR,” ujarnya.

Juliari mengungkapkan, Pemerintah bisa seperti ini juga karena berkoordinasi, dan komunikasi dengan Komisi VIII DPR RI sangat baik. “Tak pernah sama sekali ada permasalahan-permasalahan yang berarti selama berkoordinasi,” tegasnya.

Pembicara lainnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengakui penyaluran program Bansos di masa pandemi Covid-19 dengan kondisi normal, tentunya sangat berbeda situasinya.

“Memang dalam bayangan kita semerautnya luar biasa, karena (kondisi seperti ini) memang tiba-tiba terjadi,” kata Marwan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyarankan agar kedepannya Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi pusat data kemiskinan. Sehingga, akses data kemiskinan hanya akan satu pintu di Kemensos sehingga memudahkan semua pihak untuk mengakses data kemiskinan akibat Covid-19.

“Di seluruh kementerian itu ada bantuan sosialnya. Bahkan, kalau kita gabung semua itu, rasanya sudah kaya itu semua (penerima bansos-red). Karena itu mari kita bersama desak pemerintah, kita yakinkan bahwa data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) itu harus ada di Kemensos,” kata Marwan.

Dengan menjadik akses data satu pintu di Kemensos itu, menurut Marwan juga lebih tertib dalam pelaksanaan programnya. Sehingga tidak ada lagi ada yang berfikir membuat program sendiri tanpa berkordinasi dengan Kemensos.

“Akhirnya orang tidak bisa membuat program sendiri. Sasaran untuk (bantuan) listrik harus sekian, sasaran untuk kesehatan sekian, sudah diaudit itu, dan ternyata setelah dikumpulkan orang bisa menjadi kaya, cukup pinjaman modal hanya 20 juta, ternyata setelah kita kumpul bantuan sosial dari semua jenis, itu yang bisa 30 juta persatu keluarga,” sebutnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.