Banner sumsel

Menteri PUPR : Deregulasi Jadi Solusi Peningkatan Investasi dan Ekspor Nasional

JAKARTA, koranindonesia.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, deregulasi adalah solusi dalam rangka meningkatkan investasi dan ekspor nasional.

Menurut Basuki, tujuan utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing adalah, peningkatan investasi dan ekspor. Tidak ada jalan lain selain dengan deregulasi. Diingatkannya, bahwa Indonesia sejak 2017 sudah mendapatkan pemeringkatan dari sejumlah lembaga global yang kredibel, yaitu sebagai negara dengan peringkat layak investasi. “Pemerintah juga telah melakukan terobosan seperti menentukan 10 destinasi wisata pilihan nasional, dan beberapa diantaranya menjadi prioritas untuk dikerjakan,” ungkapnya saat membuka Indonesia Construction Conference 2019 di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Dijelaskannya, pemerintah juga berencana menyederhanakan kelembagaan yaitu, dengan menghilangkan lembaga yang dirasakan tidak dibutuhkan negara.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, untuk mendongkrak kinerja ekspor melalui reformasi birokrasi, maka pemerintah terus berupaya mendorong kemudahan ekspor dan investasi di dalam negeri. “Ekspor tergantung utilisasi kapasitas. Birokrasi menyiapkan kebijakan untuk mendorong ekspor berupa kemudahan ekspor dan investasi,” terangnya.

Ditambahkannya sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), investasi untuk ekspor akan digenjot, sekaligus mengkaji lembaga, yang fokus mendongkrak kinerja ekspor. Langkah strategis yang dipacu antara lain melalui penambahan investasi dan ekspansi. Hal ini juga akan membawa dampak pada penyerapan tenaga kerja dan hilirisasi. “Kalau kita lihat, 80% impor besar Indonesia adalah bahan baku penolong. Artinya, ini adalah untuk menunjang produktivitas sektor industri. Sisanya capital goods. Tetapi menariknya, ekspor capital goods kita juga meningkat. Ini menandakan kemampuan industri kita sudah kompetitif di kancah global,” paparnya.

Pada 2018, ekspor nonmigas mencapai  USD162,65 miliar atau naik 6,25% dibandingkan, perolehan 2017 sebesar USD153,03 miliar. Rencana kerja pemerintah (RKP) menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini sebesar 7%-9%.

(erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.