Banner sumsel

Menteri Agama Buka Perkemahan Pramuka Santri di Jambi

JAKARTA,koranindonesia.Id – Menteri Agama, Lukman Hakim Sjaifuddin, membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti–Musa, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (25/10/2018).

Dalam siaran pers yang diterima koranindonesia.Id di Jakarta, hadir juga, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamarudin Amin, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar, Ketua Kwarda Provinsi Jambi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, Bupati Muaro Jambi, Lembaga Adat, ulama, dan para pejabat daerah setempat.

Sebelum acara pembukaan ini, digelar pembacaan Deklarasi Santri Cinta Indonesia, yang dibacakan secara bergantian oleh perwakilan kontingen dari beberapa wilayah, di antaranya Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Papua dan Maluku. Para santri dengan khidmat membacakan deklarasi tersebut.

Lima  Deklarasi Santri Cinta Indonesia PPSN V Jambi atau juga disebut Deklarasi Muaro Jambi, pertama berkomitmen menjaga Undang Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Indonesia, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika serta selalu menjaga citra Islam Indonesia yang menghargai perbedaan agama, suku dan ras, menjaga kerukunan hidup, hidup yang bertoleransi dan mengamalkan ajaran Islam yang penuh rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin).

“Kedua Berkomitmen menjaga dan melestarikan khazanah tafaqquh fiddin dan selalu memelihara nilai-nilai dan tradisi pesantren.”

Ketiga berkomitmen belajar dan bekerja keras untuk meningkatkan potensi diri generasi muda milenial Indonesia dan terus-menerus mengasah jiwa dan budaya literasi yang tinggi.

“Keempat berkomitmen tidak akan melibatkan diri dalam gerakan-gerakan yang meruntuhkan citra Islam Indonesia.

Kelima Berkomitmen tidak mudah larut dan mempercayai berita-berita bohong dan hoaks.

Deklarasi ini didasari atas kesadaran akan tantangan arus perubahan sosial, kebudayaan, ekonomi dan ideologi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Di mana semua tantangan tersebut jika tidak di antisipasi sejak dini, dikhawatirkan dapat meruntuhkan kebangsaan dan keindonesiaan.

Selain itu komitmen deklarasi diharapkan dapat melahirkan generasi muda dengan kualitas tinggi, dengan fondasi agama yang kuat. Atas dasar itu semua, deklarasi ini kemudian disebut dengan Santri Cinta Indonesia.

Seusai pembukaan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap deklarasi ini tidak hanya sebatas ucapan, melainkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan pramuka santri sehari-hari.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.