Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Menristek Buka ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution

Jakarta,koranindonesia.id-Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro secara resmi membuka ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Energy Efficiency, Cyber Security, and Agriculture yang diselenggarakan selama dua hari, 24-25 November 2020 bertempat di Shangri La Hotel, Jakarta.

Acara ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam ASEAN COSTI 76 Meeting 2019, tahun sebelumnya di Bali.

Menristek/Kepala BRIN menyampaikan memasuki era Revolusi Industri 4.0, tentunya mempengarui berbagai sektor industri dan secara tidak langsung menuntut setiap pihak baik individu hingga tingkat negara untuk dapat berkompetisi dalam mengikuti perkembangan teknologi. Fenomena ini, berpotensi melahirkan ketimpangan antara pihak yang mampu beradaptasi dengan cepat dan pihak yang beradaptasi dengan lambat.

Hasil acara hari ini akan menjadi referensi tindak lanjut proyek menuju penyusunan apa yang disebut ASEAN Innovation Roadmap dan pengembangan Future Regional Concept Paper on Joint Research of Artificial Intelligence in ASEAN. “Untuk mencapai tujuan tersebut, saya percaya program ini akan secara efektif bertujuan untuk mengumpulkan peran kontributif kita untuk mengatasi masalah mendasar tentang keprihatinan perubahan cepat oleh Revolusi Industri 4.0,” terang Menristek/Kepala BRIN, seperti dikutip dalam rilis Kemenristek/BRIN di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Saat pembukaan workshop tersebut, Selasa (24/11/2020) Menristek/Kepala BRIN menyampaikan,  Indonesia yang merupakan bagian dari ASEAN menjalankan peran aktifnya pada COSTI melalui Kemenristek/BRIN. Salah satu agenda penting ASEAN yang diamanahkan kepada COSTI adalah menghasilkan ASEAN Innovation Roadmap yang akan menjadi acuan tidak hanya bagi COSTI namun juga badan sektor ASEAN lainnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang berkaitan dengan isu inovasi di era Revolusi Industri 4.0.

“Makna Revolusi Industri 4.0 bagi ASEAN itu harus lugas, yaitu membuat ASEAN melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih kompetitif di posisi Dunia. Bahwa jika kita bekerja sama dalam optimisme mengembangkan inovasi untuk tujuan bersama, bersama kita akan meninggalkan warisan yang sangat penting untuk dilihat dunia,” jelas Menteri Bambang.

Para negara anggota ASEAN COSTI telah bersepakat dan menetapkan komitmen untuk menyusun langkah-langkah guna menyiapkan negara-negara di ASEAN dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan menuju Masyarakat Industri ke-5. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai indikator kebutuhan bersama yang harus disiapkan menghadapi disruptive technology, identifikasi sektor lmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi (IPTEKIN) yang didanai dapat menjawab kebutuhan tersebut dan menetapkan pembagian tugas kepada negara-negara yang akan menjadi country coordinator bidang/sektor yang telah diidentifikasi berdasarkan keunggulan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing negara.

“Beberapa negara ASEAN ikut mengambil bagian dalam program ini, termasuk Indonesia yang diusulkan memimpin penerapan platform ASEAN AI dalam Bidang Efisiensi Energi, Pertanian, Keamanan Siber, dan Industri Kreatif. ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat ASEAN atas penggunaan teknologi AI, serta penyebaran informasi dan berbagi praktek implementasi AI di bidang pertanian, keamanan siber dan efisiensi energy,” tutur National COSTI Chairman for Indonesia-Sekretaris Menteri Kemenristek/BRIN Mego Pinandito.

Masing-masing country coordinator ini nantinya akan menyusun concept note yang menjadi acuan tindak lanjut proyek menuju penyusunan ASEAN Innovation Roadmap. Realisasi dari concept note dapat dilakukan dalam bentuk berbagai program kolaborasi seperti knowledge sharing serta transfer knowledge melalui pelatihan dengan para ekspertis,  joint research, transfer technology atau kerja sama lainnya yang dinilai dapat berkontribusi nyata dalam penyusunan ASEAN Innovation Roadmap.

“Ini adalah bentuk kolaborasi dan kerja sama kita bersama anggota ASEAN COSTI demi mewujudkan tujuan bersama. Workshop ini mengundang berbagai narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Akedemisi, Pemerintah, Komunitas, dan Industri untuk berbagi ilmu dan perspektif,” ujar ASEAN COSTI Chairman  Prof. Andy Hor.

Proses tindak lanjut penyusunan concept note pun telah dilakukan Sekretariat Nasional COSTI Indonesia sejak 2019, dan tahun 2020 ini akan dilanjutkan dalam bentuk pelaksanaan workshop ini. Kegiatan ini akan dilakukan dengan melibatkan peserta dari setiap negara anggota ASEAN dipandu oleh ekspertis iptek bidang Pertanian, Keamanan Siber, dan Energi sebagai pemateri.

Mempertimbangkan pandemi Covid-19 saat ini, rangkaian dua hari penyelenggaraan dilakukan kombinasi secara daring dan luring ( hybrid meeting). Turut memberikan sambutan dalam acara pembukaan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi. Menghadirkan 14 orang pembicara dari Indonesia, Malaysia, Jepang, dibantu dengan 6 orang moderator dan 4 orang notulis, serta dihadiri 300 orang peserta dari indonesia, Malaysia, Myanmar, Thailand, Cambodia, dan Philippines.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.