Banner sumsel

Menperin Sebut Empat Hal Penting dalam Implementasi Industri 4.0

JAKARTA,koranindonesia-id-Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut empat hal penting dalam implementasi Industri 4.0, yakni pemanfaatan teknologi, investasi, ketersediaan teknologi yang mendukung, dan pendidikan yang ditransformasi untuk memberikan pelatihan kembali bagi SDM industri.

Airlangga Hartarto mengatakan terakhir, inovasi itu sendiri karena merupakan kunci Industri 4.0. Untuk itu, Kemenperin sudah melakukan MoU dengan Fraunho fer Jerman dan National Research Center di Korea Selatan sehingga pelaku industri di Indonesia bisa masuk dalam level yang sama dengan negara-negara lain.

“Penerapan Making Indonesia 4.0 diharapkan dapat mendorong industri Tanah Air sehingga mampu tampil maksimal di mata dunia, mengingat Indonesia merupakan official partner country di Hannover Messe 2020,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (18/04/2019).

Dijelaskannya Indonesia akan menjadi partner country pertama dari ASEAN bagi pameran yang menjadi induk pameran industri di Eropa, sekaligus tempat kelahiran Industri 4.0.

Menurutnya pameran ini berpeluang menjadi show case kemampuan industri Indonesia, terutama untuk menarik investasi maupun untuk membuka pasar ekspor bagi Indonesia.

“Kita juga memperoleh dukungan Pemerintah Jerman untuk mempromosikan Indonesia di pasar global,” terangnya.

Airlangga juga berharap sebagai partner country Hannover Messe 2020, Indonesia dapat mempercepat adopsi teknologi serta membuka kesempatan industri Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan industri elektronika di dalam negeri. Selain itu juga bisa membangun innovation center termasuk mengembangkan klaster Silicon Valley di Indonesia yang salah satu prototipenya sudah ada di Serpong.

Menperin menyampaikan salah satu langkah selanjutnya yang ditempuh Kemenperin adalah membangun innovation center yang setara dengan digital capability center di Singapura, bekerja sama dengan penyedia teknologi, penyedia piranti lunak (tier 2) serta industri yang siap menjadi pionir.

“Ada sekitar 20 perusahaan Indonesia yang menjadi anggota digital capability center di Singapura, artinya sudah banyak yang siap masuk era Industri 4.0,” tandasnya. (erw)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.