Menolak Diajak Pulang, Wanita Ini Dihajar Suami Sirih

 

Palembang, Koranindonesia.id – Dengan wajah mengalami luka lebam dan gores bekas dicakar, NI (38) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, (14/11/2019).

Kepada petugas, warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini mengaku luka yang dideritanya akibat menjadi sasaran emosi suami sirihnya berinisial Hn karena menolak saat diajak pulang, pada Rabu (13/11) malam.

Menurut NI, penolakan itu bukan tanpa alasan, karena saat itu dirinya sedang bekerja di sebuah toko kopi dan diminta pemilik toko membeli nasi. Namun dalam perjalanan ia bertemu suaminya yang memaksa agar ikut pulang.

“Waktu itu saya masih kerja di toko kopi yang ada di Pasar Induk Jakabaring, saat disuruh bos membeli nasi ketemu dia dan mengajak pulang, tapi saya tidak mau dan dia langsung memukul saya serta merusak motor bos saya,” katanya.

NI menuturkan bahwa dirinya baru 1,5 tahun menjalin rumah tangga dengan terlapor, namun pernikahan dilakukan secara sirihnya. Selama ini NI menyebut bahwa terlapor kerap bersikap kasar dan sering melakukan pemukulan. “Saya sudah capek terus dipukul,” ucap NI dengan nada kesal.

Bahkan tak hanya melayangkan bogem mentah, dirinya menambahkan, terlapor juga sering memaki dirinya dengan kata-kata kotor. “Saya sudah sangat malu. Makanya saya tidak mau satu rumah lagi, karena dia itu orangnya kasar, saya sudah sering dipukuli,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan korban terkait tindak pidana penganiayaan tersebut dan saat ini kasusnya sedang ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.