Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Menkominfo: Terapkan 3I Agar Jadi Pemenang di Era Digital

Jakarta,koranindonesia.id– Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate menyatakan pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi para siswa dan mahasiswa untuk mengasah keahlian sebelum  memasuki dunia kerja. Bahkan Menteri Kominfo mendorong generasi milenial untuk menjadi inventor, inovator dan investor agar bisa menjadi pemenang di era digital.

“Para mahasiswa di samping belajar untuk mendapatkan ilmu di kampus, juga harus siap untuk mengisi kebutuhan Indonesia zaman ini. Perspektif ini tidak saja untuk selesai sekolah, tapi menjadi inventor, innovator, dan harus mengambil posisi sebagai investor baru Indonesia,” ujarnya dalam Webinar Pekan Raya Nasional Mahasiswa 2020, dari Jakarta, Minggu (13/09/2020).

Diliris dari situ kominfo.go.id,momentum pandemi menurut Menteri Johnny perlu dimanfaatkan oleh mahasiswa di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian. Pemerintah, menurutnya telah membuat kebijakan blended learning melalui pelajaran daring yang  harus dilakukan guna mengatasi tantangan dan beban bagi para mahasiswa, siswa, pendidik guru maupun dosen pada berhadapan dengan Covid-19.

“Kombinasi belajar mempertimbangkan wilayah-wilayah tertentu yang dari sisi epidemi di dalamnya sudah bisa dikendali, bisa sekolah, dan tatap muka. Tapi, ada di wilayah-wilayah tertentu yang epideminya di dalamnya belum bisa terkendali,” paparnya.

Menteri Kominfo menyatakan dirinya telah bertemu dan mengajak operator-operator seluler mengalokasikan dana korporasinya masing-masing untuk membantu pembelajaran online atau daring teleeducation ini.

“Operator-operator seluler seluruhnya, mulai dari awal bulan Maret yang lalu sudah mengalokasikan 1,9 triliun bentuk subsidi-subsidi paket-paket data gratis bagi para pelajar kita. Hanya, ini dikelola langsung oleh operator seluler. Kominfo tentu tidak ikut karena ini dana koperasi,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, kebijakan tersebut juga diambil dengan memperhatikan keluhan dan kendala masyarakat mengenai beban biaya untuk pulsa kuota internet dari pelosok tanah air dan “Pemerintah telah mengalokasikan dana dari APBN untuk paket-paket internet bagi Pesantren melalui Kementerian Agama. Sedangkan Kementerian Kominfo, bukan Kementerian sektor yang berhubungan dengan pendidikan. Namun, berhubungan dengan membangun infrastrukturnya,” tegasnya.

Menteri Kominfo menyatakan, diirinya bersama Menteri Agama dan Menteri Bappenas telah  melakukan pertemuan juga bersama Menteri Pendidikan dan Menteri BUMN, untuk membicarakan bagaimana mengalokasikan insentif APBN untuk para mahasiswa, siswa, para pendidik di sekolah umum.

“Para siswa itu jumlahnya sekitar 44 juta di Indonesia di luar pesantren. Para mahasiswa sekitar 8 juta. Jadi, sudah 52 juta lebih dan belum ditambah para pendidik. Jadi, total sekitar 53 juta lebih itu sudah disediakan alokasi dana hampir 8 triliun sampai dengan bulan Desember tahun 2020 untuk pulsa gratis bagi para siswa, mahasiswa, dan para pendidik,” paparnya.

Mengenai teknis pelaksanaan, Menteri Johnny menyatakan hal itu diatur oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. “Kominfo hanya memberikan dukungan, yang kami perhatikan adalah menjaga bandwith yang cukup,” jelasnya.(ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.