BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Menkominfo Harap Pembangunan BTS Paket 1 dan 2 Segera Dimulai

Jakarta,koranindonesia.id-Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menandatangani kontrak payung penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G Paket 1 dan 2 dengan pemenang tender dari konsorsium tiga perusahaan pada Jumat (29/1/2021).

Perusahaan tersebut antara lain Fiberhome, PT Telkom Infra, dan Multitrans Data. Ketiganya akan melakukan pembangunan BTS sebanyak 2700 desa dan kelurahan di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Kepulauan Maluku.

Penandatangan tersebut, disaksikan oleh Menkominfo. Adanya perjanjian kerja sama di atas, Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate berharap, pembangunan BTS paket 1 dan 2 dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga, jaringan telekomunikasi yang dimiliki oleh wilayah tersebut dapat semakin berkualitas dari sebelumnya.

“Saya berharap dengan penandatanganan kontrak payung ini, maka aktivitas pekerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai,” ujar Menkominfo Johnny Gerard Plate melalui siaran virtual.

Menurut dia, masyarakat yang berada di sana sangat mendambakan memiliki infrastruktur telekomunikasi berkualitas. Untuk, melakukan berbagai keperluan komunikasi maupun kegiatan produktif setiap saat.

“Masyarakat menunggu dan menanti kehadiran sinyal di wilayahnya masing-masing tersebut,” imbuhnya.

Dengan kerja sama yang dibangun tersebut, pada 2022 sebanyak 12548 desa dan kelurahan akan mendapatkan akses telekomunikasi berkualitas. Dengan catatan, pada bulan Februri 2021, lelang pembangunan BTS paket 3,4, dan 5 dapat diselesai proses tendernya.

“Akan dibangun setidaknya sebanyak 7904 BTS yang terbagi dalam 5 paket,” katanya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur BTS ini dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah target pembangunan. Banyak sektor yang akan terpengaruh dari gelontoran dana yang diperuntukkan ketika melakukan pembangunan akses komunikasi tersebut.

“Ini juga akan mendorong mengalirnya likuiditas stimulus dari belanja anggaran negara langsung ke perekonomian nasional,” imbuhnya.

Hal tersebut dapat dilakukan, karena total nilai kerja sama antara Kominfo dengan perusahaan gabungan konsorsium ini sangat besar. Nilainya mencapai Rp107 triliun dengan skema bauran pembiayaan yang didanai oleh Universal Service Obligation (USO), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Kominfo, dan rupiah murni.

“Keseriusan pemerintah ini, perlu diapresiasi dengan implentasi program ini dengan tepat dan benar,” katanya.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.