Banner sumsel

Menko PMK Minta Kasus Audrey Jangan Terulang Lagi

JAKARTA,koranindonesia.id-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Puan Maharani minta agar kasus penganiayaan yang dialami Audrey merupakan yang terakhir dan tidak terulang kembali di kalangan pelajar.

Puan mengatakan Kemenko PMK prihatin terhadap kejadian perundungan yang dilakukan pelajar di Pontianak dan mengharapkan kasus serupa tidak terjadi lagi di kalangan pelajar.

Dikatakannya pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar dapat lebih meningkatkan optimalisasi perlindungan anak, khususnya di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA.

“PMK akan terus memantau kasus tersebut setelah mendapatkan laporan terkini penanganan kasus perundungan dan penganiayaan pada siswi SMP di Pontianak,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (11/04/2019).

Polresta Pontianak, Rabu malam (10/04/2019) telah menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA) dugaan kasus penganiayaan seorang pelajar SMP Au di Kota Pontianak.

Penetapan tersebut, dari hasil pemeriksaan yang ketiganya mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyayangkan kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar SMP di Pontianak bahwa fakta yang ada di lapangan tidak seperti yang tersebar di media sosial. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.