Banner Pemprov Agustus

Menhub Sebut Peningkatan Moda Transportasi Massal di Sumsel Sangat Baik

 

PALEMBANG,koranindonesia.id- Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru membagikan kartu elektronik Light Rail Transit (LRT) khusus kepada penyandang disabilitas.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada penyandang disabilitas sekaligus juga bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2022 yang terpusat di Palembang.

Pembagian kartu LRT tersebut digelar di stasiun LRT Ampera Palembang, Sabtu (17/9).

“Ini perhatian kita sebagai pemerintah kepada penyandang disabilitas. Hal ini juga merupakan bukti jika semua masyarakat berhak mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama dalam hal transportasi,” kata Menhub Budi.

Apalagi, lanjutnya, Sumsel sendiri khususnya Palembang memiliki moda transportasi yang cukup lengkap mulai dari moda transportasi air, udara, maupun darat seperti LRT tersebut.

Menurutnya, lengkapnya moda transportasi di Palembang merupakan bukti jika pembangunan khususnya di bidang transportasi tidak hanya terfokus di pulau Jawa.

“Transportasi ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Jika menyangkut pelayanan, tentu kita harus mengedepankan kenyamanan, kebersihan, keramahan dan semua yang berkaitan dengan layanan yang baik. Pelayanan transportasi yang baik di semua daerah dilakukan sama saja,” terangnya.

Dia menyebut, implementasi untuk peningkatan moda transportasi massal di Sumsel sudah sangat baik. Hal itu, karena terjalinnya sinergitas antara Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, dan pemerintah pusat.

“Kita selalu menggelar dialog dan pembahasan terkait moda transportasi ini. Bahkan setelahnya kita langsung jalankan kesepakatan tersebut sehingga tak menunggu lama. Kita akui Sumsel sangat maksimal berikan pelayanan transportasi yang baik kepada masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya, upaya dalam memberikan kemudahan dan kemurahan transportasi khususnya LRT di Sumsel tak hentinya dilakukan.

Salah satu contoh yakni, kartu khusus untuk para pelajar, penyandang disabilitas maupun masyarakat umum.

“Untuk pelajar kita berikan kartu khusus Rp25 perbulan untuk naik LRT. Kita berikan kemudahan dan kemurahan untuk para pelanggan LRT. Termasuk juga kemudahan dengan penambahan jam keberangkatan. Kedepan kita juga berencana melakukan penambahan ruter LRT ini,” tuturnya.

Diketahui, masifnya Pemprov Sumsel dan pemerintah pusat memberikan kartu khusus bagi masyarakat tersebut sebagai langkah arah digitalisasi.

“Digitalisasi di Sumsel ini sudah sangat baik. Salah satu upaya itu yakni dengan dihadirkannya kartu LRT ini untuk transaksi. Yang lebih advance lagi, kartu LRT ini tidak hanya bisa digunakan untuk naik LRT ini, tapi juga bisa dipakai di feeder-feeder LRT,” ujarnya.

Dia menuturkan, LRT di Palembang ini juga sudah memberikan kemudahan kepada masyarakat. Dimana masyarakat yang ingin menggunakan LRT dari daerah tertentu sudah disediakan sebagai angkutan menuju stasiun.

“Kita tahu perjalanan yang dilakukan tentu ada tujuan awal dan tujuan akhir. Nah, feeder ini kita sediakan untuk mengangkut penumpang LRT dari suatu lokasi menuju stasiun. Ini sudah diterpkan di Palembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, upaya untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para pengguna moda transportasi massal terus dilakukan Pemprov Sumsel maupun Pemkot Palembang.

“Pada dasarnya, orang Sumsel ini adalah orang yang patuh aturan. Namun kita sebagai pemerintah tentu mempunyai kewajiban untuk mengingatkan dan sosialisasikan agar masyarakat terus menjaga kenyamanan dan kebersihan khususnya di lingkungan transportasi seperti stasiun. Stasiun kumuh itu adalah masa lalu. Tidak hanya itu, keramahtamahan juga kita kedepankan disini. Terlihat dari petugas LRT yang selalu siap dalam melayani para penumpangnya,” kata Herman Deru.

Pelayanan yang baik tersebut, lanjutnya, tentu bertujuan mengajak masyarakat agar menggunakan moda trasportasi massal seperti LRT.

“Angka pengguna LRT ini memang naik turun. Apalagi saat lendemi covid 19 kemarin. Pemprov  sendiri terus mempromosikan jika LRT ini angkutan yanh nyaman dan modern,” tuturnya.

Bahkan, untuk mempromosikan LRT agar semakin dicintai masyarakat, Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang telah mengeluarkan regulasi dengan mewajibkan para pegawai di berbagi instansi di Sumsel agar menggunakan LRT minimal satu kali setiap pekannya.

“Regilasi itu sudah kita jalankan. Namun sempat tertunda karena ada pembatasan dampak dari pandemi. Saat ini upaya tersebut sudah dilakukan lagi secara perlahan,” terangnya.

Sementara, terkait arah digitalisasi yang saat ini tengah digalakkan Pemprov Sumsel, Herman Deru merangkan jika upaya tersebut masih masif dilakukan.

“Sudah banyak yang menggunakan pembayaran digital dalam moda transportasi. Digitalisasi, saat ini merupakan hal penting. Bahkan di Sumsel sendiri saat ini hampir semua transaksi menggunakan pembayaran non tunai. Digitalisasi sudah jadi kebutuhan sebagian masyarakat,” cetusnya.

Menyoal peningkatan moda transportasi di Sumsel khususnya LRT, Herman Deru mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang terus berupaya sehingga LRT tersebut menjadi transportasi andalan masyarakat.

“Kedepan keinginan saya, semua masyarakat di Sumsel dapat menikmati pelayanan dengan dijemput dan diantar ke rumah saat menggunakan LRT. Tapi perhatian Menteri Perhubungan saat ini sudah sangat dirasakan. Kementerian Perhubungan tidak hanya mentriger LRT ini saat awal dibangun, tapi terus memberikan dukungan sampai LRT ini disukai masyarakat seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Turut mendamping, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Walikota Palembang H Harnojoyo, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel maupun Pemkot Palembang.

(Ril)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.