Banner sumsel

Menhub Non Aktifkan Direktur ATKP Makassar Akibat Kekerasan Akademik Teknik

JAKARTA, koranindonesia.id – Menteri Perhubungan (Menhub), me-nonaktif-kan Direktur ATKP Makassar Agus Susanto dan skors terhadap seorang taruna bernama Muhammad Rusdi (21) buntut dari kekerasan terhadap Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Minggu (2/2), lalu.

Dikatakan Menhub Budi Karya Sumadi, pe-nonaktif-an dan skorsing keduanya setelah melakukan investigasi dan pertemuan internal, Kemenhub memutuskan me-nonaktif-kan Direktur ATKP Makassar dan men-skors satu orang taruna untuk menjalani pemeriksaan dengan pihak kepolisian.

“Setelah melakukan investigasi internal pihaknya menduga telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku sehingga yang menyebabkan musibah nahas tersebut terjadi pada Taruna ATKP Makassar,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Ditambahkan Budi, untuk penyebab pastinya, Kemenhub masih menunggu hasil investigasi dari penyelidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian.

Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi internal, Kemenhub memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makassar yang terlibat saat kejadian.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang menaungi sekolah-sekolah perhubungan di seluruh daerah telah menerapkan aturan-aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjauhi dan mencegah terjadinya kekerasan di dalam kampus/sekolah antar taruna.

Pembenahan pola pengasuhan, dan sosialisasi secara terus menerus telah disampaikan oleh dosen, para pengawas, dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar.

“Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasaan bukanlah hal yang benar, karena di dunia kerja pun tidak ada senior-junior, yang ada profesionalisme dalam pembelajaran,” terangnya.

Kedepan, Budi mengatakan, BPSDMP telah menyiapkan langkah-langkah nyata perbaikan SOP dan peningkatan pengawasan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Langkah tersebut akan diupayakan penambahan tenaga-tenaga pengawas dan pengasuh taruna-taruni pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Langkah tersebut yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini, agar kekerasan tidak terjadi lagi,” tandasnya

Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula dari kabar tewasnya seorang taruna bernama Aldama Putra Pongkala (19) dalam barak kampus. Korban tewas dianiaya seniornya hanya karena persoalan korban melanggar tidak mengenakan helm saat mengendarai motor di dalam Kampus ATKP Makassar.

Saat itu, korban baru tiba di kampus setelah izin bermalam luar (IBL) yang dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Korban dibawa masuk ke dalam sebuah barak dan disanalah dia dianiaya oleh seniornya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.