BANNER Dukung 5m
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Mengendap 6 Tahun, Misteri Pembunuh Akseyna Mahasiswa UI Masih Kumpulkan Bukti

JAKARTA, koranindonesia.id – Mengendap 6 tahun sampai kini belum terungkap siapa pembunuh mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Akseyna Ahad Dori alias Ace. Seolah ada misteri di balik kasusnya, pihak keluarga tak kenal menyerah berusaha terus ungkap teka-teki tersebut.

Bahkan, netizen di dunia maya pun ikut berusaha menguak misteri kematian Akseyna. Di sosial media, ingatan tentang Akseyna mengundang banyak komentar hingga akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu (27/3), ikut mengomentari kasusnya.
“Gercepnya Netizen kita bentar lagi bisa nyangin FBI. Syukurlah ya kalo ada petunjuk, walo kecil itu berharga apalagi timingnya tepat. Semoga ketemu segera…,” cuit akun MLT.
“Udah 6 taon lewat pasti berubah penampilan. Misalkan dulu rada gundul skr pasti digondrongin. Misalkan dulu gondrong, skr pasti digundulin. Perubahan2 fisik pasti ada untuk mengelabui. Gitu kalo baca2 novel Agatha Christie sama S. mara Gd,” imbuhnya.
Sang ayah Ace, Marsekal Pertama TNI AU, Mardoto mengaku sempat menemukan petunjuk baru atas kasus tersebut, meski belum diketahui secara jelas kebenarannya.
“Bukti petunjuk baru dari netizen ada. Masih perlu didalami lebih lanjut,” katanya pada Jumat, (26/3). Ketika disinggung apakah ada perkembangan dari polisi, Mardoto hanya mengatakan, polisi masih berusaha.
“Pernyataan bahwa kasus ini terus dilakukan penyelidikan sampai terungkap pelakunya,” kata dia.

Soal foto yang dikirim oleh netizen, kata Mardoto, foto itu diabadikan sekira pukul 09:00 WIB, pada Selasa 24 Maret 2015, atau dua hari sebelum jasad Ace ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga, dekat Balairung UI, Depok, Jawa Barat pada Kamis 26 Maret 2015, lalu.

“Enggak ada sosok Ace. Foto yang dikirim netizen, dua sosok orang yang diduga itu ada kaitannya dengan kasus Ace. Karena timing-nya masuk, foto itu tanggal 24 Maret 2015, sekitar jam 09.00 WIB,” tuturnya.

“Jam segitu jarang ada yang duduk-duduk disitu (sekitar danau). Jadi janggal. Itu foto diambil tak sengaja dari jarak jauh, di perpustakaan. Jadi agak kabur. Foto belum diserahkan ke polisi. Masih saya dalami,” ujarnya.

Untuk diketahui, Ace ditemukan tewas dengan kondisi mengambang di Danau Kenanga UI, pada Kamis pagi, 26 Maret 2015, lalu. Dari hasil penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi mendapati sejumlah kejanggalan.
Di antaranya, terdapat sejumlah batu di dalam tas gemblok yang dikenakan Ace saat ditemukan tak bernyawa. Kemudian surat yang diduga ditulis oleh dua karakter berbeda di kamar indekos Ace di wilayah Beji, Depok. Selain itu, polisi mendapati ada beberapa luka lebam, dan tanda bekas seretan di bagian sepatu Ace.

Tak hanya itu saja, pada paru-paru ditemukan cairan yang menandakan jika korban masih dalam keadaan bernafas di danau tersebut sebelum akhirnya ditemukan terbujur kaku.
Dengan sederet temuan itu, spekulasi yang awalnya mengarah pada dugaan bunuh diri pun akhirnya terbantahkan.

Polisi menyimpulkan, jika mahasiswa MIPA jurusan Biologi itu adalah korban pembunuhan. Namun sayangnya, kasus itu sampai sekarang belum juga menemukan titik terang. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.