Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Mengenal Istilah “Hape Kentang”, Kenapa Harus Dihindari?

 

Jakarta, KoranIndonesia.id – Beberapa pengguna smartphone mungkin belakang menyadari penggunaan istilah hape kentang. Istilah sejenis juga bisa ditemukan di perangkat PC maupun laptop. Apa maksudnya? Yuk, kita simak sedikit penjelasan mengenai istilah tersebut agar teman-teman tidak salah pengertian.

Keduanya punya artian yang sebetulnya tidak berbeda jauh, kata “kentang” di sini dimaknai sebagai “kena tanggung” atau “nanggung”. Istilah ditujukan pada spesifikasi yang dimiliki perangkat tersebut.

Penerapannya beragam, ada yang mengacu kepada persaingan antar merek maupun kebutuhan penggunanya. Berikut ini KoranIndonesia.id akan membagikan beberapa poin untuk mempermudah pemahaman istilah “hape kentang”.

1. Spesifikasi perangkat yang rendah

Hape kentang biasanya hadir dengan spesifikasi rendah yang disesuaikan dengan tren saat ini. Misalnya, saat sekarang beragam smartphone menawarkan kapasitas RAM 3GB atau 4GB justru sebuah merek masih menawarkan model RAM 2GB. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai hp “kentang”

2. Persaingan spesifikasi dan harga antar merek

Istilah “hape kentang” juga bisa ditujukan pada persaingan atau komparasi antar merek. Misalnya dengan harga yang hampir sama, merek A justru menawarkan spesifikasi smartphone yang lebih rendah dari smartphone merek B.

Maka smartphone merek A akan dianggap “kentang” atau “nanggung”, Anda bisa menambahkan sedikit budget untuk membeli smartphone yang spesifikasinya masih lebih baik atau tinggi, misalnya dari sisi kapasitas RAM, memori internal, atau kapasitas baterai.

Artinya, “hape kentang” tidak selalu berlaku pada smartphone dengan spesifikasi rendah, dalam hal ini konteksnya adalah persaingan harga dan spesifikasi yang ditawarkan kepada konsumen.

3. Bermain game

Di konteks bermain game, dua pemahaman soal “hape kentang” masih berlaku. Istilah ini ditujukan untuk performa smartphone yang digunakan bermain game. Misalnya, kapasitas RAM yang disediakan sebuah smartphone sudah sangat besar tapi kualias grafis game mentok di HD dan frame rate tidak bisa Ultra.

Artinya, pengalaman gaming yang ditawarkan tidak maksimal atau tinggi seperti spesifikasinya. Makanya konsumen ditawarkan beberapa smartphone yang menggunakan chipset khusus gaming atau lebih baik langsung membeli smartphone gaming premium.

Pemahaman ini juga digunakan di istilah “laptop gaming kentang” atau “PC kentang” tidak hanya khusu ke Handphone ya, gamer tetap bisa bermain game terbaru tapi dengan kualitas grafis rendah akibat keterbatasan spesifikasi sekaligus performa perangkat. Yang mana itu semua masih bisa berjalan dengan semestinya sesuai spesifikasi perangkat masing-masing. (Tsy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.