Banner Pemprov Agustus

Mengaku Sebagai Pria, Wanita Ini Cabuli Siswi SMP

PALEMBANG, koranindonesia.id – Mengaku sebagai lelaki, DS alias Mgs Kiki Saputra (18) nekat mencabuli pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) berinisial NZ.

Akibat perbuatan tersebut, DS diamankan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, Minggu (5/12/2021) sekitar pukul 19.00.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, terbongkarnya perbuatan pelaku berawal ketika orangtua korban NS yang masih berusia 13 tahun melapor di Polrestabes Palembang.

“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, anggota kita melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku. Namun, ketika menjalani pemeriksaan, ternyata pelaku ini perempuan yang menyamar laki-laki,” kata Tri.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/12/2021) siang, Tri menjelaskan, pelaku menjalin hubungan asmara dengan korban NS sejak Januari lalu. Selama itu, DS melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Atas ulanya pelaku dijerat pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 292 KUHP.

“Selain mengamankan pelaku anggota kita turut mengamankan barang bukti pakaian milik korban pada saat terjadi pencabulan dan screenshot status tersangka dan video tersangka mencabuli anak korban,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku Dewi mengatakan, bahwa sudah menjalin hubungan dengan korban selama dua tahun.

“Dia tidak tahu kalau saya perempuan juga, awalnya hubungan kami itu hanya cium-ciuman saja, namun korban meminta untuk melakukan hubungan badan. Untuk menghilangkan curiga saya saat melakukan itu menggunakan pakaian, dalam satu bulan bisa 10 kali melakukan aksi itu,” aku dia.

Dirinya menuturkan, bahwa sempat mengancam korban untuk putus bila keinginannya tidak dipenuhi. “Memang saya mengancam korban dengan itu dan juga hal itu kami lakukan usai menonton film dewasa,” bebernya.

Lanjut dia mengatakan, korban baru mengetahui kalau ia seorang wanita dari guru silat korban yang tidak lain adalah teman sekolah pelaku dulu di bangku SMP.

“Terungkapnya Desember ini identitas saya sebenarnya karena guru silat korban teman saya sekolah dulu hingga saya dibawa ke Polrestabes Palembang,” tutupnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.